Menu

SMPN 1 Dasuk Bangga Terima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2017

  Dibaca : 21 kali
SMPN 1 Dasuk Bangga Terima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2017
BANGGA: Kepala SMPN 1 Dasuk, Imam Wahyudi saat menerima penghargaan dan bantuan dari Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim atas diraihnya penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2017. (Foto Wardi Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP–Kebanggaan luar biasa dirasakan keluarga besar SMPN 1 Dasuk, Sumenep, akhir tahun lalu. Tepat di tanggal 21 Desember 2017, Kepala SMP tersebut diundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jakarta untuk menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2017.

Link Banner

”Bagi kami yang telah merintis beberapa tahun ini, kemudian bisa berujung memperoleh penghargaan nasional adalah kebanggaan semua warga SMP Dasuk,” jelas Imam Wahyudi, kepala SMP berprestasi tersebut, 19 Januari lalu.

Ia berkomitmen, pengharaan tersebut akan tetap terus dipertahankan, meningkatkan, kemudian terus mengembangkan, sehingga bisa meraih level yang lebih tinggi, yakni Adiwiyata Mandiri. Meski memang, persyaratan untuk meraihnya sangat banyak. Salah satunya harus membina beberapa sekolah, yang disebut sekolah Imbas.

”Itu bisa SD, SMP, MTs, dan MI, bisa juga SMA, SMK dan MA yang masih belum masuk Adiwiyata Kabupaten. Minimal 3 dari 5 sekolah yang kita bina bisa masuk menjadi Adiwiyata Kabupaten, agar menjadi indikator keberhasilan untuk menuju Adiwiyata Mandiri,” terang Imam.

Tetapi, penghargaan tersebut tetap membuat SMPN 1 Dasuk bangga sekali. Sebab, kata Imam, tidak semua sekolah di Kabupaten Sumenep bisa meraihnya.

”Tapi bangganya, karena kerja keras selama ini, bahu membahu untuk membina atau merawat lingkungan sekolah ini bisa berhasil,” imbuhnya.

Link Banner

HEBAT: Kepala SMPN 1 Dasuk, Imam Wahyudi (tiga dari kiri, depan) saat menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta. (Foto Imam Wahyudi for Mata Madura)

Upaya menjadikan sekolah peduli lingkungan bukanlah hal mudah. Imam menyebut hal itu butuh kerja keras dan komitmen bersama yang kuat dari seluruh warga sekolah.

”Tidak hanya kepala sekolah, guru, dan TU, tapi dari seluruh warga sekolah harus bersatu padu untuk berkomitmen bersama mencapai itu. Kalau salah satunya saja, itu impossible,” tegasnya.

Karena itulah, ia berharap SMPN 1 Dasuk tetap menjadi sekolah yang memang benar-benar pantas menerima penghargaan Adiwiyata Nasional. Artinya, penghargaan itu bukan hanya untuk tujuan akhir. Tetapi, menjadi sasaran antara untuk menjadi sekolah yang betul-betul peduli pada lingkungan.

”Tujuan kami bukan untuk mendapat penghargaan yang ada tanda tangannya Bu Menteri atau Pak Menteri. Tetapi, bagaimana tetap terus melestarikan lingkungan sekolah ini dengan berkseinambungan,” pungkasnya.

Link Banner

| wardi/rafiqi/*

Link Banner
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Jejak Ulama

Tasawuf

Kategori Pilihan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional