Tak Mampu Bangun Kembali Rumah Yang Roboh, Mak Edeng Tunggu Belas Kasih Pemerintah

IMG-20170616-WA006
Kondisi rumah Mak Edeng yang roboh. (foto, Syaif for Mata Madura)

MataMaduraNews.comBangkalan – Albidin (107th) dan Sara (90th) warga Dusun Blireng, Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan hanya bisa pasrah ketika rumahnya roboh, Rabu siang (14/06/2017) karena faktor rapuh. Rumah pasangan suami istri tersebut sudah satu tahun lebih mulai reot dan tak terurus.

Saat kejadian Albidin alias Mak Edeng masih berada di dalam rumahnya yang roboh itu. Ia juga sempat tertimpa puing-puing bangunan namun kondisinya baik-baik saja.

Usai roboh Mak Edeng dan Istrinya harus rela tinggal di kandang sapi milik saudara iparnya yang berada di samping rumahnya yang roboh itu. Ia tidak mampu memperbaiki kembali rumahnya yang roboh karena tidak memiliki apa-apa. Bahkan untuk makan saja ia hanya mengandalka, belas kasihan tetangga.

Menurut penuturan Syai warga sekitar Mak Edeng sama sekali tidak memiliki keturunan selama hidupnya. Ia hanya hidup berdua saja dengan istrinya. “Ya selama ini ada saja tetangga yang memberikan bantuan ala kadarnya, ya itupun tidak cukup karena tidak setiap hari,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (16/06/2017).

IMG-20170616-WA003
Mak Edeng pemilik rumah yang roboh. (foto, Syaif for Mata Madura)

Dikatakan Syaif, saat ini Mak Edeng hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya yang roboh. “Kalau bukan pemerintah terus siapa lagi yang bisa membantu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Raden Moh. Taufan Zairiansyah mengatakan jika Mak Edeng mau di tempatkan di panti jompo milik Dinsos Provinsi Jawa timur, dirinya siap menfasilitasi dan menjamin kehidupan sehari-hari dengan mengurus dan merawatnya. Namun, ketika disinggung mengenai rumah yang roboh ia langsung melimpahkan ke Dinas PU.

“Kalau Mak Edeng mau, saya Fasilitasi ke panti jompo milik Provinsi, kalau memperbaiki rumah hubungi dinas PU saja, hanya itu penanganannya dari dinsos,” pungkasnya.

Agus, Mata Madura

Tinggalkan Balasan