Target Ekspor Luar Negeri, Produk Ukiran Karduluk Mulai Dari Fasilitas E-Commerce

GO EXPORT: Umar Sholahuddin (kanan) dan Imam Ghazali, pemilik UD. Barokah, sedang menunjukkan salah satu produk Ukiran Karduluk, saat Gelar Produk Mebel dan Ukir, Rabu (19/07) kemarin. (Foto Rafiqi, Mata Madura)
GO EXPORT: Umar Sholahuddin (kanan) dan Imam Ghazali, pemilik UD. Barokah, sedang menunjukkan salah satu produk Ukiran Karduluk, saat Gelar Produk Mebel dan Ukir, Rabu (19/07) kemarin. (Foto Rafiqi, Mata Madura)

MataMaduraNews.com SUMENEP – Potensi merambah pasar luar negeri pada produk ukiran Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, rupanya diseriusi Umar Sholahuddin. Dosen peneliti Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya itu, sudah fasilitasi perajin dengan E-Commerce.

Selama tiga tahun sejak 2015, 2016, hingga 2017, Umar Sholahuddin sudah melakukan banyak hal dalam pengabdiannya di Desa Karduluk. Selain fokus pada stimulasi bantuan alat-alat mebel dan ukir di tahun pertama, ia sudah membantu mengembangkan pemasaran produk di tahun kedua melalui fasilitas E-Commerce.

”Tahun yang kedua, kita berpikir bagaimana produk yang sudah kelihatan kita kembangkan pemasarannnya,” ujarnya, saat Gelar Produk Mebel dan Ukir, Rabu (19/07/2017) lalu.

Jika sebelumnya pemasaran masih dilakukan secara konvensional, baik dari dari mulut ke mulut, di-display di rumah perajin maupun sentra, juga pameran, dan sebagainya, Umar menawarkan agar produk ukiran Karduluk di-display lewat internet. Menurutnya, pemasaran produk perajin melalui sistem online itu (E-Commerce), sudah terwujud pada tahun 2016 lalu.

”Kita berharap, produk-produk dari Karduluk ini tidak hanya diketahui atau diminati oleh lokal Sumenep atau Madura saja. Tetapi juga daerah-daerah lain, bahkan juga luar negeri,” tuturnya.

Melalui internet, Umar menyatakan pangsa pasar sebuah produk akan menjadi lebih luas. Sehingga, hal itu juga akan membantu dalam pemasaran produk ukir mebel para perajin di Desa Karduluk yang memang berpotensi untuk diekspor.

” Yang (tahun) ketiga ini, kita fokus pada memfasilitasi diversifikasi (varian, red) dalam aspek produk,” tambahnya.

Direktur Anugerah Mebel Karduluk, Slamet Riady. (Foto Rafiqi, Mata Madura)
Direktur Anugerah Mebel Karduluk, Slamet Riady. (Foto Rafiqi, Mata Madura)

Potensi dan pemasaran online sebagai upaya bertahap ke arah ekspor produk diakui Direktur Anugerah Mebel Karduluk, Slamet Riady. Ia berterima kasih kepada Umar Sholahuddin karena para perajin telah dibantu pemasaran, meski tidak 100 persen karena hanya 3 tahun berjalan.

”Kami sudah bisa mengekspor produk-produk kami melalui web (E-Commerce, red). Mungkin dengan seperti itu saya juga mendapatkan manfaatnya, terutama yang bersifat lokalan itu minta dari barang-barang yang saya upload,” terangnya.

Selama ini, kata pengusaha sekaligus desainer ukiran itu, pemasaran ke luar negeri dilakukan melalui Yogyakarta dan Bali. Sehingga, ia berharap pemerintah juga dapat membuatkan fasilitas rumah ukir sebagai sentra, baik pameran, penelitian, terutama penjualan, bagi produk para perajin Karduluk.

Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan