Teri Crispy Wilda; Dari Coba-coba, Kini Beromzet Puluhan Juta

Cara orang sukses dalam usaha memang berbeda. Di Pamekasan, ada yang dimulai dari sekadar coba-coba.

VARIAN: Teri Crispy Wilda berbagai rasa, produksi Siti Aminah, Pamekasan. (Foto Siti Aminah for Mata Madura)
VARIAN: Teri Crispy Wilda berbagai rasa, produksi Siti Aminah, Pamekasan.
(Foto Siti Aminah for Mata Madura)

MataMaduraNews.comPAMEKASAN – Dunia usaha selalu menyajikan hal yang tak terduga. Demikian kiranya kesimpulan yang bisa diberikan atas cerita Siti Aminah. Layaknya sebuah usaha, untung rugi adalah miliknya. Tetapi rugi di satu usaha, belum tentu yang lainnya. Sehingga, kini ia terbilang sukses dalam usaha barunya.

Bermula dari sering terlambatnya pembayaran Pabrik dalam Bisnis Ikan Teri, sekitar tahun 2010, Siti Aminah mencoba-coba membuat produk olehan Teri Crispy. Tak disangka, dari sekadar coba-coba tersebut, Teri Crispy bikinan isteri Erlianto itu justru banyak peminatnya.

”Waktu itu, Teri Crispy saya buat dengan peralatan seadanya. Hanya bermodalkan kompor, wajan, dan panci yang saya miliki,” tuturnya saat ditemui Mata Madura, Senin, 05 Juni 2017 lalu.

Tujuh tahun berlalu, kini Teri Crispy yang mereknya diambilkan dari nama putranya, ‘Wilda’, sudah menggunakan peralatan skala industri. Meskipun masih manual, di dapurnya yang luas Mata Madura saksikan sudah berjejer aneka peralatan untuk mengolah bahan-bahan menjadi produk Teri Crispy yang lezat dan mantap.

”Usaha Teri Crispy Wilda ini merupakan usaha keluarga. Isteri saya sebagai kepala produksi merangkap bagian keuangan. Saya bagian pengadaan teri dan pemasaran,” tambah suami Siti Aminah, Erlianto, saat mendampingi isterinya dalam wawancara di rumah yang sekaligus tempat usaha di Desa Padelegan, Kecamatan, Pademawu, Pamekasan.

Siti Aminah, Pengusaha Teri Crispy Wilda Pamekasan.
Siti Aminah, Pengusaha Teri Crispy Wilda Pamekasan.

Erlianto mengaku cukup bahagia bisa membantu banyak orang. Apalagi, selain menyerap tenaga kerja, usahanya itu sekaligus juga bisa membeli teri hasil tangkapan para nelayan. ”Alhamdulliah Teri Crispy Wilda saat ini pemasarannya sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Jember, Bondowowso, Solo, Jakarta, Tangerang, dan Papua,” terang Erlianto.

Tak hanya dipasarkan di lintas provinsi dan kota, bahkan Teri Crispy Wilda juga pernah diekspor ke luar negeri. Bagi Siti Aminah maupun Erlianto, hal itu menjadi kebanggaan dan motivasi tersendiri dalam menjalankan usaha mereka. ”Kami pernah mengirim ke Korea,” katanya, bangga.

Tentu saja, perkembangan yang dialami Teri Crispy Wilda tak hanya di bidang peralatan dan wilayah pemasaran semata. Di sisi omzet, juga sudah sangat jauh dari saat usaha tersebut baru dirintis. Sebab, menurut putra pengusaha teri almarhum Haji Kuri itu, Teri Crispy Wilda sudah mampu menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah. Perbulannya, sekitar 60 juta rupiah dari rata-rata produksi 4,5 ton didapat sebagai pendapatan sebuah usaha.

| johar/rafiqi

Tinggalkan Balasan