Menu

Tim 10 DPP Kemenpar RI Sebut Sumenep Perlu Branding yang Tepat

  Dibaca : 411 kali
Tim 10 DPP Kemenpar RI Sebut Sumenep Perlu Branding yang Tepat
Peserta Orientasi Lapangan Diklat Pengelola Kepariwisataan Daerah Kabupaten Sumenep foto bersama Tim 10 DPP Kemenpar RI (tiga dari kanan) di Lombok, NTB. (Foto for Mata Madura)

MataMaduraNews.comLOMBOK BARAT-Kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur ke Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna pengembangan pariwisata, tak sia-sia. Setidaknya, tiga hal penting dari ‘Orientasi Lapangan Diklat Pengelola Kepariwisataan’ itu menjadi pekejaan rumah.

Diklat Pengelolaan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Sumenep yang diikuti 40 peserta dimulai pada Senin (29/01/2018) lalu di SKD Batuan. Kemudian, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan orientasi lapangan ke Lombok Barat sejak Minggu hingga Selasa (04-06/02/2018).

”Diklat akan dilaksanakan dari 29 Januari sampai dengan tanggal 7 Februari mendatang. Dan tanggal 4 sampai 6 Februari akan dilaksanakan lokus Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSM) Sumenep, Titik Suryati, Senin (29/01/2018) lalu.

Mengutip rilis surat TIM 10 DPP Kemenpar RI, Taufan Rahmadi, pertemuan jajaran Pemkab Sumenep bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat dengan mengundangnya dilakukan pada pukul 12.30 WITA, Senin (05/02/2018) kemarin. Hal tersebut bertujuan untuk memberi gambaran umum tentang strategi pengembangan pariwisata daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Langko Mataram itu, turut hadir Ibu Bupati Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim bersama Plt Sekda R. Idris yang memimpin kunjungan, Kepala Bappeda Yayak Nurwahyudi, Kepala Diskominfo Koesman Hadi, dan Kepala Disparbudpora Sofiyanto.

Ikut hadir pula, Abd. Majid selaku Kepala  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Disperindag Saiful Bahri, Kepala BKPSDM Titik Suryati, serta Rukminto dan Abrori dari Komisi I DPRD Sumenep.

”Hal-hal yang menjadi pokok pembicaraan yang dibahas secara singkat tadi, lebih banyak menggambaran progres pembangunan Kabupaten Sumenep. Kami berdiskusi tentang pemilihan strategi branding yang tepat bagi Sumenep. Di kesempatan itu, saya tidak lupa menjelaskan  bagaimana strategi pengembangan pariwisata di Lombok  secara singkat,” terang Taufan Rahmadi dalam rilisnya.

Berdasarkan pertemuan tersebut, Taufan menyebut ada sejumlah hal yang menjadi poin penting dalam pengembangan pariwisata daerah Kabupaten Sumenep.

Pertama, diperlukan Diferensiasi (pembedaan) Kota Sumenep dengan kota lainnya agar menarik kunjungan wisatawan. Misalnya, saat ini Sumenep sudah memiliki 2 destinasi unggulan yang akan dipromosikan, yaitu Kota Oksigen dan Kasur Pasir.

Kedua, diperlukan Branding yang tepat untuk mempromosikan destinasi wisata. Caranya, dengan memaksimalkan fungsi Public Relation melalui humas, pemberdayaan pokdarwis dan penguatan di media sosial.

Ketiga, guna mengembangkan destinasi wisata, Pemkab Sumenep perlu memperhatikan 3A. Yakni Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas.

Istri Bupati Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim berbincang tentang pengembangan pariwisata Sumenep dengan Tim 10 DPP Kemenpar RI di Lombok Barat, NTB. (Foto for Mata Madura)

”Kegiatan kunjungan Pemkab Sumenep berlanjut pada malam hari di Hotel Lombok Plaza,” tulis Taufan dalam rilisnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 20.30 WITA tersebut merupakan rangkaian terakhir kegiatan ‘Orientasi Lapangan Diklat Pengelola Kepariwisataan Kabupaten Sumenep’ yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari sejak dibuka di Sumenep. Di sesi itu, Taufan memberikan motivasi yang berkenaan dengan strategi pengembangan pariwisata di depan 40 peserta diklat yang berasal dari camat, kepala OPD, dan pejabat eselon III.

”Berkat koordinasi Bupati Sumenep dengan jajaran pemerintahannya, saya melihat semua  peserta diklat itu mulai memiliki satu visi yang sama, yaitu memajukan pariwisata Sumenep, sehingga terasa sekali antusias mereka sejak awal saya menyampaikan meteri sampai dengan akhir acara pukul 23.00 WITA,” ungkap TIM 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar itu.

Antusiasme orientasi lapangan, sambung Taufan, bukan hanya terasa dari peserta diklat. Menurutnya, berkat pendampingan dari istri Bupati Sumenep, Nurfitriana, acara tersebut sukses terselenggara dengan tujuan utama, agar seluruh jajaran pemerintahannya memiliki persepsi yang sama tentang pembangunan pariwisata di Sumenep, mencontoh kesuksesan pembangunan pariwisata di Lombok.

”Dinas Pariwisata (Disparbudpora, red) Sumenep yang menginisiasi kegiatan ini juga menyampaikan bahwa Lombok akan dijadikannya salah satu kiblat pengembangan pariwisata bagi Sumenep, guna melakukan percepatan pembangunan pariwisata,” ujar Taufan Rahmadi.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
bprs-wtp-matamadura
opd-matamadura

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional