Wabup Fauzi Minta Peternak Ikut Lestarikan Kontes Sapi Sonok

Wabup Achmad Fauzi saat membuka Gebyar Lomba Sapi Sonok di Kecamatan Pasongongan, Selasa (22/08). (Foto Rusydiyono, Mata Madura)
Wabup Achmad Fauzi saat membuka Gebyar Lomba Sapi Sonok di Kecamatan Pasongongan, Selasa (22/08).
(Foto Rusydiyono, Mata Madura)

MataMaduraNews.comSUMENEP – Acara Gebyar Lomba Sapi Sonok yang digelar di lapangan Sawung Galing, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dibuka oleh Wakil Bupati Achmad Fauzi, Selasa (22/08/2017). Dalam acara itu, Wabup memberikan apresiasi sekaligus meminta peternak ikut andil melestarikan budaya Madura tersebut.

“Saya sangat bersyukur bahwa masih ada acara budaya yang seperti ini. Karena ini merupakan cagar budaya Madura yang tidak boleh dihilangkan. Sebab di kota selain Madura tidak ada,” ujarnya di awal-awal sambutan.

Menurut Fauzi-panggilannya, Lomba Sapi Sonok merupakan momentum bagi pemilik sapi untuk unjuk kebolehan. Sebab, acara itu digelar di lingkup kecamatan, sehingga ketika mengikuti kontes yang lebih besar tidak takut lagi menjadi kontestan.

Gebyar Lomba Sapi Sonok di lapangan Sawung Galing, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Selasa (22/08), (Foto Rusydiyono, Madura)
Gebyar Lomba Sapi Sonok di lapangan Sawung Galing, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Selasa (22/08),
(Foto Rusydiyono, Mata Madura)

Untuk itu, ia mengimbau budaya yang sejak nenek moyang tersebut harus tetap dijaga walaupun zaman semakin maju. Makhanya dengan adanya kontes tingkat kecamatan tersebut, diharapkan bisa mendorong peternak menjadi semakin giat. Peternak sapi juga diharapkan Wabup terus melestarikan budaya yang ada dan selalu semangat untuk memelihara sapi agar memenuhi kebutuhan daging nasional.

“Karena memang di Sumenep sapinya terbanyak di Jawa Timur,” terangnya.

Harapan Wabup rupanya selaras dengan tujuan Camat Pasongsongan, Ach.Dzulkarnain. Mantan Camat Kangayan itu mengatakan, pihaknya memang sengaja membuat lomba se-kecamatan agar pemilik sapi sonok dari berbagai desa bisa berkumpul.

“Dengan cara ini kita bisa berkumpul dan melestarikan budaya Madura,” paparnya, singkat.

Reporter: Mizan | Editor: Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan