Menu

Wisuda Ke-6 STIT Al Karimiyyah; Lulusan Diharapkan Jadi Pioner Kemajuan

  Dibaca : 272 kali
Wisuda Ke-6 STIT Al Karimiyyah; Lulusan Diharapkan Jadi Pioner Kemajuan
SAMBUTAN: Bupati Kabupaten Sumenep KH. Busyro Karim menyampaikan pesan dan harapan kepada 34 sarjana S1 STIT Al-Karimiyyah. Foto Rafiqi, Mata Madura.
Link Banner
SAMBUTAN: Bupati Kabupaten Sumenep KH. Busyro Karim menyampaikan pesan dan harapan kepada 34 sarjana S1 STIT Al-Karimiyyah. Foto Rafiqi, Mata Madura.

SAMBUTAN: Bupati Kabupaten Sumenep KH. Busyro Karim menyampaikan pesan dan harapan kepada 34 sarjana S1 STIT Al-Karimiyyah.
Foto Rafiqi, Mata Madura.

MataMaduraNews.com – SUMENEP – Ratusan wisudawan-wisudawati itu tersenyum bahagia dalam balutan toga hitam berkalungkan warna hijau, pada Kamis pagi, 12 Oktober lalu. Mereka berbaris rapi di pintu Gedung Korpri Sumenep di mula prosesi Wisuda Ke-6 Sarjana Strata 1 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Karimiyyah, Beraji, Gapura, Sumenep.

Gelar sakral bagi 134 wisudawan-wisudawati itu dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Dihadiri kurang lebih 500 orang, kegiatan berlangsung lancar hingga setiap rangkaian acara selesai. Jumlah calon sarjana itu, menurut panitia terdiri dua program studi (prodi). 15 orang dari prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), sisanya dari prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

”Semoga mereka bisa mengimplementasikan apa yang didapat, dan semoga yang diinginkan tercapai,” ujar Siful Arifin, Ketua Panitia penyelenggara Wisuda ke-6 itu.

Hal yang sama diungkapkan Kacung Wahyudi. Wakil Ketua Prodi Manajeman Pendidikan Islam (MPI) itu, mengiginkan para sarjana baru tidak hanya mengajar. ”Untuk yang MPI saya menginginkan mereka tidak hanya mendapatkan perkerjaan saja, tetapi juga bisa menciptakan peluang,” katanya.

Ikrar berikut pengukuhan saat itu berlangsung khidmat. Wisudawan dan wisudawati yang segera menyandang gelar sarjana larut dalam debar perasaan. Akhirnya mereka jua mendapat wejangan dari Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim sebagai penenang dan bekal.

”Semoga ilmunya senantiasa menjadi pelita dalam menerangi masyarakat, di manapun nanti mengabdikan diri,” kata Bupati, setelah menyampaikan terima kasih dan selamat di awal sambutan.

BACA JUGA: LPM Unija Bekali Kader dengan PJTD

Dewan Senat STIT Al Karimiyyah itu menyampaikan sejumlah pesan kepada para sarjana. Katanya, manusia memiliki potensi dan kualitas yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Sedangkan ciri manusia berkualitas tersebut, menurut Alquran ada 4. Meliputi kualitas iman, intelektual, amal saleh, dan sosial.

Menurut Bupati, keempat ciri kualitas itu saling berkaitan. Karenanya, para lulusan diharapkan telah memiliki kualitas itu sebagai bekal kembali ke masyarakat. ”Pesan saya, jika saudara-saudara telah kembali ke masyarakat nanti, jadilah pionir-pionir kemajuan,” ungkapnya, penuh harapan.

Untuk menjadi pionir kemajuan, Pengasuh Ponpes Al Karimiyyah itu menyatakan tidak harus jadi pejabat, tokoh agama, atau tokoh masyarakat. Yang terpenting, jelasnya, ada niat baik dan ikhtiar nyata untuk mengamalkan ilmu yang didapatkan di almamater dengan tujuan kemanfaatan lingkungan sekitar.

”Tetaplah optimis, ikhtiar dan tawakal. Dalam Islam, ketiganya merupakan satu mata rantai yang tak dapat dipisahkan,” tambahnya.

BACA JUGA:Sambut Maba dengan Seminar Nasional

Bupati Busyro juga mengingatkan soal harapan. Bahwa manusia hidup di dunia ini dipastikan memiliki harapan. Sebab tanpa harapan, manusia disebutnya tak mempunyai arti sebagai manusia. ”Ingatlah bahwa yang membuat kita kuat adalah doa, yang membuat kita dewasa adalah masalah, yang membuat kita maju adalah usaha keras, dan yang membuat kita hancur adalah putus asa,” tandas Bupati.

Harapan oleh Bupati, harapan juga disampaikan Ketua STIT Al Karimiyyah Ach. Saiful. Alumni UINSA Surabaya itu mengatakan, para sarjana baru diharapkan mampu mengaktualisasikan pengetahuan yang didapat di kampus berslogan PATOT  (Pelopor, Akademisi, Tabayyun, Optimis dan Tawadu’, red) tersebut untuk memecahkan berbagai problem di masyarakat. Bahkan, mereka juga diharapkan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

”Gunakan ilmu yang didapat di bangku kuliah sebagai pisau untuk memecahkan problem di masyarakat,” tegasnya, 12 Oktober lalu.

Saiful, panggilan Ketua STIT yang menjabat sejak 2013 itu, tak hanya menyampaikan harapan. Ia juga berpesan, agar para sarjana yang berjumlah ratusan itu tidak menjadi pemicu berbagai konflik di masyarakat. ”Jaga nama baik  almamater, dan tetap bersowan dengan kampus dan organisasi ikatan (organisasi alumni, red),” ujarnya.

PRESTASI: Wisudawan dan wisudawati terbaik mendapat uang pembinaan dari salah satu bank di Sumenep. Foto Rafiqi, Mata Madura.

PRESTASI: Wisudawan dan wisudawati terbaik mendapat uang pembinaan dari salah satu bank di Sumenep.
Foto Rafiqi, Mata Madura.

Soal wisudawan dan wisudawati terbaik, Saiful menerangkan kriterianya hanya satu. ”Standarnya hanya IPK diambil dari yang tertinggi,” katanya. Selain itu, sebagaimana peserta wisuda lainnya, diharuskan sudah mengikuti semua tahapan mulai lulus semua mata kuliah, PPL, KKN, dan proposal hingga munaqasah.

Berdasarkan SK Ketua STIT Al Karimiyyah Nomor 01.A.3.1/104/5.3370/PT/2017, mereka yang beruntung menjadi dua lulusan terbaik dari dua prodi tahun ini adalah Widarso dan Nurul Mawalini. Widarso adalah mahasiswa prodi PBA dengan IPK 3,77 (cumlaude), sedangkan Nurul Mawalini mahasiswi prodi MPI dengan IPK 3,76 (cumlaude).

Masih berdasarkan SK yang sama, keduanya tercatat sebagai putra-putri dari para petani. Orang tua yang dibanggakan dari Widarso adalah Rahnawi dan Nipati di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek. Sedangkan orang tua Nurul Mawalini adalah Misnawi dan Quraisyi di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang.

Penulis: ws/hel/zub/LPM/rafiqi

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional