Menu

Wow… Baru Lima Hari Dibuka, Pengunjung Gua Soekarno Tembus 22 ribu

Wow… Baru Lima Hari Dibuka, Pengunjung Gua Soekarno Tembus 22 ribu
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Tak Disangka. Begitu ucapan yang keluar dari bibir Hairul Anwar,ST-Owner objek wisata Gua Soekarno, yang berlokasi di Pasongsongan,Sumenep, Madura, Jatim-melihat pengunjung yang membludak.

“Kami soft launching tanggal 8 Juni 2019. Hingga Rabu 12 Juni, pengunjung yang beli tiket masuk sudah mencapai 22 ribu orang,” ujarnya, kepada Mata Madura, Kamis pagi (13/6/2019).

Pengunjung wisata Gua Soekarno tentu penasaran awal pertama mendengar info objek wisata baru di Sumenep. Sebelumnya, destinasi wisata di Sumenep ada Pantai Lombang, Salopeng, Pantai 9, Gili Labak, Bukit Tinggi. Dan Gua Soekarno merupakan wisata alam baru di Sumenep yang mampu memikat masyarakat banyak dalam tempo sangat singkat.

Rute menuju lokasi tergolong mudah. Selain dipandu google maps, pengunjung bisa naik kendaraan roda empat.

Jika berangkat dari kota Sumenep, butuh waktu sekitar 45 menit, melaju ke arah Kecamatan Pasongsongan.

Sebelum sampai Kantor Kecamatan Pasongsongan, belok kiri. Ikuti jalan, lalu belok kanan menuju lokasi parkir.

Objek wisata Gua Soekarno Sumenep ini, milik Hairul Anwar seorang diri, tanpa investor. Biaya yang dikeluarkan untuk tahap awal saat ini, aku Hairul, sudah mencapai Rp 2 Miliar.

“Biaya Rp 2 Miliar untuk membersihkan dan membenahi beberapa lokasi dalam gua. Dan masih butuh sekitar Rp 3 Miliar lagi untuk menggabungkan dengan objek wisata lain,” sebut Hairul-panggilan akrab Sandiaga Uno ini, kepada Mata Madura.

Hairul menjelaskan, objek wisata Gua Soekarno tersebut sengaja akan disetting sebagai objek wisata adventure. Sebab, di sekitar lokasi Gua Soekarno ada tebing dan sungai air juram.

“Objek wisata adventure yang akan melengkapi. Nanti akan dibangun sarana panjat tebing dan boat untuk permainan aliran air di sungai sekitar Gua Soekarno,” sambung Preskom PT Madura Energi ini.

Proses pekerjaan wisata olahraga itu, jelas Hairul, masih menunggu finishing Gua Soekarno. “Pekerjaan Gua Soekarno memakan waktu 18 bulan lebih. Tinggal sedikit finishing. InsyaAllah akhir Desember tahun 2019, semua objek dikerjakan tuntas,” papar Hairul.

Pengunjung sempat kesulitan akses menuju lokasi Gua Soekarno ketika pengunjung membludak. Lebar jalan emang sempit untuk salipan mobil ditambah lalu lalang pejalan kaki. Sebagai solusi, Hairul koordinasi dengan pemilik lahan, Perhutani dan Pemkab serta Pemerintah Desa untuk membuat jalan selebar 8 meter.

PEMANDANGAN EKSOTIS

KETIKA masuk ke lobang Gua Soekarno, pengunjung akan disambut oleh pemandangan yang eksotis. Tatapan mata memandang pasti  memikat karena pesona lighting lampu mewarnai sisi  stalaktit dan stalagmit Gua.

Desain interior Gua Soekarno terlihat indah. Ditambah fasilitas pendukung yang sangat keren, seperti kafe dan sejumlah spot selfie yang instagramable.

Pengelola Gua Soekarno Sumenep, Syaiful Anwar  menjelaskan, penamaan Gua Soekarno berawal dari penemuan foto-foto Soekarno di dalam gua,satu setengah tahun lalu.

“Pertama kami masuk, banyak sekali foto-foto Soekarno di dalam gua itu,” terangnya.

Usut punya usut, ternyata gua itu pernah dihuni oleh seseorang bernama Ki Soekardi. Ia sempat menikah dengan pemilik lahan dan mempunyai keturunan.

Ki Soekardi sendiri merupakan pengagum Soekarno. “Beliau orang soekarnois. Karena banyak foto-foto Soekarno di dalam gua maka saat itu juga, diberi nama Gua Soekarno Sumenep,” kata aktivis yang pernah mendapat penghargaan dari Bupati Sumenep dalam ajang Sumenep Award kategori aktivis parawisata.

Pengelola menyediakan kafe di dalam gua yang ditangani oleh kaum hawa. Mereka sigap melayani  setiap pengunjung yang membutuhkan menu dari kafe tersebut.

Keberadaan Gua Soekarno tentu berimbas pada peningkatan ekonomi warga sekitar. Hairul Anwar menyebut ada 120 warga yang direkrut untuk bekerja di objek wisata Gua Soekarno ini. Keterlibatan warga itu mulai dari penjaga parkir, petugas cafe dan petugas lainnya.

“Alhamdulillah, para pemuda di sekitar Gua Soekarno banyak yang terlibat. Lain warung disektar akses menuju Gua. Pastinya, mengurangi pengangguran,” ucap Hairul.

Hambali Rasidi, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pelantikan
Link Banner
Link Banner

Catatan

Opini dan Resensi

Fans Page

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional