Menu

Wow….PKB Menang ke-4 di Pileg 2019

  Dibaca : 250 kali
Wow….PKB Menang ke-4 di Pileg 2019
Suasana saat pembukaan PKP PKB di SKB Batuan. (Foto/Dok. PKB)
Link Banner

MataMaduraNews.comJAKARTA-Hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan tiga partai bersaing merebut kemenangan di Pemilu legislatif 2019. Tiga partai tersebut, yakni PDIP, Golkar dan Gerindra.

“Saat ini hanya PDIP, Golkar dan mGerindra yang paling potensial menjadi pemenang Pileg 2019,” kata peneliti senior LSI, Rully Akbar, saat menyampaikan hasil surveinya, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7).

Menurut dia, hasil pilkada 2018 ternyata tidak berpengaruh kepada peta kekuatan partai menjelang Pileg 2019. Hasilnya, kekuatan elektoral masing-masing partai tak beranjak jauh dari perolehan partai-partai sebelum Pilkada 2018.

“Tiga partai teratas masih ditempati PDIP, Golkar dan Gerindra. Meski persentase kemenangan PDIP dan Gerindra di Pilkada 2018 di bawah 50 persen, tetapi dukungan terhadap kedua partai ini secara nasional masih stabil,” katanya seraya mengatakan ketiga partai itu masuk dalam divisi utama.

Setelah pilkada, elektabilitas PDIP di angka 22,1 persen, Golkar sebesar 15,8 persen dan Gerindra sebesar 15,2 persen. Sementara sebelum pilkada, PDIP sebesar 21,7 persen, Golkar 15,3 persen dan Gerindra sebesar 14,7 persen.

Sementara itu, partai yang masuk kategori divisi dua atau menengah, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 7,2 persen, Demokrat sebesar 5,4 persen, dan PKS sebesar 4,2 persen. “Ketiga partai ini bisa mengalami peningkatan suara jika terasosiasi secara kuat dengan salah satu capres di 2019 atau punya program populer yang menyentuh pemilih mayoritas,” kata Rully.

Partai yang elektabilitasnya di bawah empat persen, tetapi punya peluang untuk tetap meloloskan wakilnya di parlemen, yakni PPP sebesar 3,8 persen, Perindo sebesar 3,1 persen, Partai Nasdem sebesar tiga persen dan PAN sebesar 2,1 persen.

Kendati demikian, lanjut Rully,  keempat partai yang masuk kategori divisi tiga ini harus melakukan kerja ekstra untuk branding partai secara nasional. Selain itu, empat partai ini harus memilih caleg yang punya magnet elektoral untuk bertarung di dapil dan menggerakkan masin partai sejak dini.

“Hal ini agar tetap menjaga kans partai-partai ini lolos parliamentary threshold (PT) empat persen,” ujarnya.

Sementara itu,  partai yang masuk kategori divisi empat (gurem) berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pada Juli 2018 ini sebanyak enam parpol, yakni PSI, Partai Garuda, Hanura, PKPI, PBB dan Partai Berkarya.

Survei nasional yang dilakukan oleh LSI Denny JA ini dilakukan secara serentak di 34 provinsi di Indonesia pada rentang waktu 29 Juni hingga 5 Juli 2018 dengan cara wawancara tatap muka. Responden sebanyak 1.200 orang dipilih berdasarkan sampel acak bertingkat dengan margin errorsekitar 2,9 persen.  Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD,  media analisis, dan wawancara narasumber.

Sumber: Antara

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner
Link Banner Link Banner

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional