matamaduranews.com–SUMENEP-Sebuah status di media sosial Facebook tentang adanya warga Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep baru datang dari luar negeri yang terjangkit Covid-19, membuat geger.
Status yang meresahkan warga Masalembu ini diketahui diunggah oleh akun Facebook bernama Eko Prasetyo pada pukul 18.25, Ahad malam (29/03/2020) kemarin, namun tidak menyertakan konfirmasi dari pihak berwenang.
Dalam postingannya, akun tersebut mengingatkan warga Kepulauan Masalembu supaya siaga satu. Sebab, kata akun itu, salah satu warga Masalembu yang datang dari Malaysia dikabarkan terjangkit Covid-19.
“Siaga satu, salah satu warga masalembu yg datang dari malaysia dikabarkan terjangkit penyakit COVID-19 atau yg lebih di kenal dengan VIRUS CORONA, himbauan kepada seluruh masyarakat masalembu untuk tetap berhati-hati, jangan terlalu banyak di luar rumah dan hindari kerumunan… terimakasih.
Semoga kita semua dalam lindungan allah, di jauhkan dari segala penyakit…amin.†demikian isi status Facebook tersebut.
Guna mengkonfirmasi kebenaran kabar Medsos itu, kontributor Mata Madura di Masalembu langsung menghubungi M. Haedar S selaku Kepala Puskesmas Maselembu, Senin (30/03/2020) malam. Hasilnya, Haedar membenarkan ada 4 warga Masalembu yang baru datang dari Malaysia dengan gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri tulang.
“Sampai tadi sore berdasarkan laporan tenaga medis kami (surveilens) telah mendapati kurang lebih 4 orang dengan gejala demam, batuk, pilek, dan beberapa sudah merasa nyeri tulang,†katanya via telepon.
Karena gejala tersebut, saat ini keempat orang tersebut dikategorikan sebagai ODP atau orang dalam pengawasan. Namun, pihak Puskesmas belum bisa memastikan apakah keempat warga tersebut terjangkit Covid-19 atau tidak sebagaimana kabar yang beredar.
“Tidak (bisa vonis mereka positif terjangkit Covid-19, red), karena kami tidak ada alat penunjang. Jadi, tidak mungkin kami lakukan (vonis, red),†terang Haedar.
Akan tetapi, pihaknya tidak tinggal diam. Keempat warga yang baru datang dari luar negeri itu, juga yang lainnya, sudah diminta isolasi mandiri di rumah dalam pengawasan petugas Puskesmas Masalembu, juga harus menjaga jarak (social distancing) dengan orang lain.
“Tindakan yang bisa kita lakukan saat ini melakukan penyuluhan kepada mereka (para pendatang, red) untuk isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari kita (Puskesmas, red),†ucap Haedar.
Menurut dia, saat ini ada sekitar 200 orang yang pulang ke Maselembu melalui kapal perintis maupun perahu. Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Pulau Jambul Kuning itu, pihak Puskesmas sudah melakukan screening di pelabuhan di sampuing menurunkan tim surveilens ke lapangan.
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun Mata Madura, ratusan warga yang pulang ke Maselembu datang dari berbagai wilayah terpapar Covid-19, seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bali, bahkan luar negeri. Namun, belum ada data pasti dari pihak berwenang yang dapat dijadikan rujukan.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Masalembu juga belum bisa dimintai konfirmasi terkait kabar yang menimbulkan keresahan warga Masalembu di media sosial sejak kemarin. Dihubungi via telepon, Kapolsek Masalembu AKP Rusdi belum memberikan respon.
Yang pasti, GR, salah seorang warga Masalembu menyayangkan tindakan akun Facebook Eko Prasetyo dengan informasinya yang belum terkonfirmasi. Karena menurut dia, kabar itu menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Kalau belum pasti kabar jangan langsung menjustifikasi orang positif terpapar Covid-19/Virus Corona. Di media sosial banyak orang yang melihat, apalagi kondisi saat ini Indonesia siaga darurat Covid-19,†ungkapnya pada Mata Madura.
Irawan, Kontributor Mata Madura






