Advertorial

BPRS Bhakti Sumekar Masuk Top 3 Nasional, Aset Terbesar di Jawa Timur

BPRS Bhakti Sumekar
Karyawan di Kantor Pusat BPRS Bhakti Sumekar Sumenep terlihat sedang melayani nasabah, Kamis (21/10/2021)

matamaduranews.com — BPRS Bhakti Sumekar mempertahankan posisinya sebagai BPRS terbesar di Jawa Timur dan masuk jajaran tiga besar nasional berdasarkan kinerja aset.

Hal itu terlihat dari data perbandingan kinerja sejumlah BPRS di tingkat regional dan nasional hingga akhir 2025 dalam annual report BPRS Bhakti Sumekar.

Dari sisi aset, BPRS Bhakti Sumekar tercatat memiliki total aset sekitar Rp 1,09 triliun. Angka tersebut menempatkan bank daerah ini sebagai pemain utama di industri BPRS nasional, meski masih berada di bawah BPRS Dinar Ashri (NTB) yang menempati posisi pertama nasional dengan aset Rp2,03 triliun per September 2025.

Selain aset, BPRS Bhakti Sumekar juga mencatat kinerja keuangan positif. Laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp13,14 miliar atau tumbuh sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp839,83 miliar dengan total pembiayaan sebesar Rp720,76 miliar.

Dari sisi kesehatan bank, rasio kecukupan modal (KPMM/CAR) berada di level 43,58 persen, jauh di atas batas minimum regulasi. Sementara rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (FDR) tercatat 87,51 persen, yang dinilai masih dalam kategori sehat.

Namun demikian, sejumlah indikator tetap menjadi perhatian. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF Gross) tercatat 9,73 persen, mendekati ambang batas maksimal industri, sedangkan rasio efisiensi operasional (BOPO) berada di angka 85,73 persen atau relatif tinggi dibanding standar ideal.

Di tingkat nasional, persaingan antar BPRS semakin ketat. BPRS Dinar Ashri dinilai unggul dari sisi pertumbuhan agresif, dengan pembiayaan tumbuh lebih dari 45 persen secara tahunan dan NPF yang jauh lebih rendah. Sementara BPRS HIK Parahyangan (Jawa Barat) juga masuk kategori bank syariah rural dengan aset di atas Rp1 triliun. (*)

 

Exit mobile version