matamaduranews.com-SUMENEP – Modernisasi rumah sakit seringkali dianggap kaku dan dingin, namun kesan berbeda ditampilkan oleh RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep.
Mengusung filosofi “sentuhan kemanusiaan,” rumah sakit ini berhasil memadukan kecanggihan teknologi dengan kearifan lokal yang hangat.
Meski telah menerapkan sistem digital, pihak rumah sakit tetap menyediakan petugas pendamping khusus untuk membantu pasien yang belum akrab dengan aplikasi pendaftaran.
Hal ini merupakan wujud nyata dari gaya kepemimpinan dr. Erliyati yang dikenal tegas namun memiliki sisi keibuan yang kental.
Kepedulian terhadap budaya lokal juga terlihat dari penyediaan ruang tunggu representatif berkapasitas 100 orang. Fasilitas ini dibangun untuk menghormati tradisi masyarakat Madura yang kerap menjenguk keluarga yang sakit dalam rombongan besar.
Selain itu, hadir pula program “La Sehat”, layanan mobil gratis untuk mengantar pasien pasca-rawat inap kembali ke rumah mereka.
Melalui mantra “Bismillah Melayani”, RSUDMA bertransformasi menjadi ekosistem pelayanan publik yang inklusif. Di sini, teknologi canggih hanyalah alat, sementara empati dan pelayanan dari hati tetap menjadi ruh utama dalam membangun harapan kesembuhan pasien. (*)








