Ekonomi

Heboh Pulau Rempang, Ternyata….

×

Heboh Pulau Rempang, Ternyata….

Sebarkan artikel ini
Kerusuhan
Ratusan warga memblokir jalan menolak tim gabungan yang hendak melakukan pengukuran lahan di Pulau Rempang .(DOK BP BATAM)

matamaduranews.com-Heboh Pulau Rempang ternyata misinformasi. Kebutuhan lahan untuk lokasi pabrik kaca dari Perusahaan Tiongkok hanya 2.700 hektare. Sementara luas Pulau Rempang yang 17.000 hektare.

Hanya ada beberapa KK yang hendak direlokasi. Menteri BPKM Bahlil melakukan komunikasi ke tokoh setempat. Dahlan Iskan menceritakan update heboh Pulau Rempang di Kepulauan Riau di situs disway.id. Berikut ulasannya;

Komunikasi Rempang

Heboh Pulau Rempang, Ternyata....
Dahlan Iskan

HEBOH dulu komunikasi belakangan. Itulah kasus Pulau Rempang tetangga Batam. Menteri Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil langsung terjun ke lapangan. Minggu malam lalu. Sang Menteri datang ke rumah tokoh Melayu di Rempang, Gerisman. Setelah Magrib. Sampai sekitar pukul 21.00.

Besoknya, Minggu siang, komunikasi dilanjutkan di meja makan siang. Sang menteri yang mentraktir mereka. Kali ini disertai pejabat terkait di pusat maupun daerah. Lokasinya di Swiss-Belhotel. Di Harbour Bay, kawasan Sungai Jodoh, Batam.

Pertemuan malam itu cair sekali. Tidak saling bersitegang. Apalagi pertemuan keesokan harinya.

Di forum dengan Bahlil itu tidak ada pembicaraan soal relokasi penduduk. Tokoh Melayu seperti Gerisman sendiri juga tidak pernah menolak investasi besar di Rempang. Gerisman hanya tidak mau direlokasi. Alasannya: luas pulau Rempang itu 17.000 hektare. Tidak mungkin semuanya untuk pabrik. Warga itu hanya menempati lahan tidak sampai 10 persen dari luas pulau Rempang.

Di sana memang ada 16 kampung. Tapi bukan kampung besar. Di 16 kampung itu penduduknya hanya 7.500 orang. Tidak sampai 2.000 rumah tangga.

Gerisman sendiri tinggal di Kampung Pantai Melayu sejak 1993. Ia lahir di Pulau Panjang, di seberang Pantai Melayu. Jaraknya hanya 20 menit dari perahu kecil.

Posisi rumah Gerisman di Pantai Melayu. Tempat wisata lokal. Pohon-pohon nyiur tumbuh di pantai itu. Kalau Sabtu, Minggu, dan libur hari besar ramai sekali. Gerisman hidup dari wisatawan lokal itu. Sumber penghasilannya di situ.

Waktu saya ke Pantai Melayu, bulan lalu, Pak Gerisman lagi pergi ke kota. Saya hanya muter sebentar di kampung sepi itu. Kebetulan lagi gerimis. Saya ditemani Marganas, mantan anak buah yang kini punya media online sendiri.

Marganas sudah dua kali ke rumah Gerisman. Tuan rumah selalu curhat soal rencana relokasi. Sambil makan suguhan masakan Melayu.

Kini kondisi masyarakat di Rempang tenang. Fokus Bahlil hanya soal penyediaan lokasi pabrik kaca dari Tiongkok. Luasnya 2.700 hektare. Tidak seberapa dibanding luas pulau Rempang yang 17.000 hektare.

Hanya saja memang ada kampung yang masuk lokasi 2.700 hektare itu. Yakni empat kampung: Tanjung Banun, Dapur 6, Sembulang, Pasir Panjang.

Bahlil merencanakan ”menggeser” empat kampung itu. Ia tidak mau menggunakan istilah relokasi. Selama ini mereka kan menolak direlokasi. Siapa tahu tidak menolak kalau digeser.

Dari 17.000 hektare luas Pulau Rempang tidak semua bisa dihuni atau dialihkan untuk pabrik. Yang 10.000 hektare sendiri berstatus hutan. Tidak bisa diubah jadi komersial.

Setelah heboh di Rempang komunikasi dilakukan. Kedatangan Bahlil tanpa melibatkan Pemerintah Provinsi Riau Kepulauan, Wali Kota Batam maupun pihak otorita. Malam itu ia hanya ditemani staf ke Kampung Pantai Melayu. Bahlil langsung bertemu warga tanpa kehadiran pejabat daerah.

Titik temu memang belum didapat tapi komunikasi sudah mulai lancar. Persoalan pun menyempit dari 16 kampung ke hanya empat saja. Jumlah KK-nya pun sekitar 700 KK.

Dari kedatangan Bahlil itu setidaknya kini warga tahu bahwa lahan yang diperlukan inventor Tiongkok ”hanya” 2.700 hektare. Bukan keseluruhan pulau Rempang.

Pemerintah Jokowi terkenal dengan kebijakan ”ganti untung” untuk semua proyek jalan tol. Tidak pernah terjadi gejolak berat di pembebasan lahan untuk jalan tol. Juga di lahan untuk rel kereta cepat Jakarta-Bandung.

Rasanya Rempang pun akan mengikuti pola itu.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Edisi 22 September 2023: Siaga Silat

Er Gham

Ada banyak perguruan silat di Jawa Timur, namun yang menonjol konfliknya adalah dari 2 perguruan, yaitu perguruan setia hati dan pagar nusa. Persaingan sebenarnya biasa saja. Menganggap perguruannya lebih baik. Saat kecil, saya juga dulu begitu waktu menekuni suatu aliran bela diri. Kadang kita mencari kelemahan aliran bela diri lain dan menganggap aliran yang kita tekuni lebih baik. Saya coba cek google, konflik di Jawa Timur ‘disemai’ dengan: desain kaos yang kadang mengejek perguruan lain, logo di media sosial, dan dibangunnya banyak tugu di pinggir jalan. Banyak waktu luang di desa desa, membuat anak anak muda iseng untuk sekedar show of force. Awalnya mungkin sekedar iseng buat hiburan semata melepas kebosanan. Atau sekedar mencari perhatian. Namun makin lama, konflik semakin mengeras dan menular ke orang dewasanya. Di provinsi lain, sepertinya fanatisme melalui tugu, kaos, dan logo medsos cenderung tidak ada. Sepertinya sudah tepat pemprov Jawa Timur menihilkan tugu di pinggir jalan. Harusnya juga dengan dibaremgi larangan desain kaos yang provokatif mengejek perguruan lain.

Er Gham

Babinsa dulu dibentuk TNI Angkatan Darat untuk monitor pergerakan komunis di desa desa. Dulu kan musuh PKI adalah Angkatan Darat. Terdiri dari tentara berpangkat bintara. Saat orde baru, terkadang ada anggapan bahwa babinsa juga digunakan sebagai alat politik, misalnya dalam pemilu. Setelah dwi fungsi TNI berakhir, peran babinsa kurang terdengar, namun masih ada. Walau cuma bintara, namun kemampuan sosialisasi dengan masyarakat umumnya bagus. Sebagian adalah para bintara yang menjelang pensiun atau umurnya di atas 40 tahun. Dilengkapi dengan sepeda motor untuk keliling di desanya masing masing. Mengumpulkan informasi adalah tugas garis besarnya. Di beberapa daerah terpencil, kadang babinsa bantu warga yang darurat harus berobat ke kota. Atau bantu warga yang terkena bencana.

adi ya adi

Kab madiun dg branding kampung pesilat, kota madiun dg kota pendekar, total 18 pergiruan silat eksis di sana…. sayang blm muncul pesilat2 yg berprestasi di level nasional maupun internasional….

didik sudjarwo

Kalau ingin damai,adem ayem sering makan.Bergabunglah dgn Perguruan Magicom Sakti [ PMS].Semboyannya ialah.”Bolo teko krono sego.Ada nasi kami basmi.Perguruan ini juga punya sayap organisasi iaitu “Pasmortal” Pasukan Moro Nguntal.Untuk jadi anggota syaratnya gampang.Harus doyan nasi.Sedangkan jurus andalannya ialah “Jurus Nguntal” Ora usah dipikir nemen2.

# Darko

Setahu saya, sebagai orang kota Madiun asli, keributan pencak silat itu istilahnya orang Madiun adalah antara SH winongo yang pusatnya di desa Winongo sebelah barat kali Madiun, masih ikut wilayah kota Madiun dan PSH terate Madiun yang pusatnya di desa Nambangan Kidul juga wilayah kota Madiun yang padepok.an nya besar sekali dan kelihatan megah sering sekali mengadakan pertunjukan wayang kulit atau hiburan lainya dan pejabat sering datang, setahu saya ada Jendral Purn.Andhika ketika masih menjadi Panglima ABRI, dan hari ini ada juga kunjungan dari Masyarakat Bangladesh dan Kenya,.. sepengatahuan saya di wilayah kota Madiun ( kalau di wilayah kabupaten mungkin sesekali masih ada) satu atau dua tahun terakhir ini, dua perguruan silat tsb yaitu antara Silat Winongo dan PSH terate sudah tidak terjadi lagi perkelahian atau tawuran, karena memang sdh diantisipasi terlebih dahulu oleh aparat keamanan, dan juga sebagian kedua pendekar sudah menyadarinya.. sebagai masyarakat kota Madiun,….sangat berterima kasih mudah2an tidak terulang kembali tawuran tsb.

ari widodo

Tulisan CHD hari ini mengingatkan kembali atas beberapa kejadian peristiwa sebelumnya y berkaitan dengan perguruan silat PSHT demikian biasa disingkat. Yang pertama saat bertugas di daerah yg berbatasan dengan wilayah yg disebut pak dahlan sebagai basis PSHT, memang persoalan terkait PSHT misalnya tawuran, perkelahian biasanya dimulai dari hal2 yg sepele seperti senggolan, permasalahan anak muda, dsb, yg kemudian terjadi perkelahian, dan apabila merasa kalah maka atas nama jiwa korsa dibantu oleh teman2 seperguruannya yg secara masif dan cepat menjadi massa dalam jumlah besar yg kadang sulit utk dikendalikan hal ini ditunjang oleh peran media sosial yg sering dipakai alat provokasi. Aparat keamanan kadang serba sulit utk mengendalikan situasi mau berbuat tegas kadang tdk sebanding dng jumlah massa, atau klau ga buntutnya bisa panjang, bisa dituduh berbuat represif. Mungkin banyak pembaca disway ingat kejadian yg terjadi di wonogiri, dimana akibat massa yg represif Kasatreskrim Polres Wonogiri Kompol Aditya menjadi korban sampai koma, dan sampai saat ini belum pulih. Pimpinan Polri waktu itu mengambil langkah tegas memproses massa yg berbuat kriminal, sampai dengan penghancuran tugu dan lambang PSHT yg berada di fasilitas umum, guna menekan ego agar anggota PSHT jng mengulangi kejadian tragis lagi.

Fiona Handoko

selamat pagi bung mirza, bp prof pry dan teman2 rusuhwan. seorang wanita di dalam balon udara menyadari bahwa dia tersesat. dia mengurangi ketinggian dan melihat ada seorang pria di bawah. dia turun sedikit lagi, dan berteriak “saya ada janji dengan teman bahwa saya akan menemuinya sejam lalu. tapi kini saya tersesat. tidak tahu saya berada di mana.” pria menjawab, “anda berada di dalam balon udara yg melayang kira2 30 kaki di atas tanah. anda berada antara 40 dan 41 derajat LU dan antara 59 dan 60 derajat BB” “anda pasti seorang teknisi.” kata penerbang balon. “ya, kok anda bisa tahu?” jawab pria itu. “yaah,” jawab penerbang balon. “semua yg anda beritahu mungkin secara teknis betul. tapi aku tidak tahu apa yg harus kulakukan dengan infomu. dan faktanya aku masih tersesat. sejujurnya anda sama sekali tidak membantu. malah anda telah menunda perjalananku dengan pembicaraan ini.” pria di bawah menyahut,” pasti anda berada dalam jajaran manajemen. ” ” ya. bagaimana anda bisa tahu? ” tanya si penerbang balon. ” yaah, ” kata pria itu.” anda tidak tahu di mana anda berada. mau kemana tujuan anda. anda membuat janji, yg anda tidak tahu cara menepatinya. dan dengan posisi anda yg melayang di atas. anda mengharapkan orang2 di bawah anda untuk menyelesaikan masalah anda. ” sungut si pria. “faktanya. sekarang anda berada di posisi yg sama. sama persis sebelum kita bertemu. tapi sekarang. entah bagaimana ini jadi salahku.” ****kalau manajemen disway. mayoritas pria. jadi amaan.

mzarifin umarzain

Meditasi Nafas Dalam, 20 menit/hari. Tarik nafas selama mungkin, nafas dada, lalu nafas perut, Tahan nafas selama mungkin, Keluarkan nafas selama mungkin, Kosongkan nafas selama mungkin. Membayangkan tembok/layar putih, Untuk istirahatkan otak, Minta ampun pd Tuhan. Semoga paru2 kuat, bersih, darah kaya oksigiin, otak cerah, segar.

Jimmy Marta

Kalau sebagai penanda wilayah kekuasaan gk usah pake prasasti segala. Tirulah jurus harimau dan singa. Cukup di ke***ngi saja…wkwk…

mzarifin umarzain

Pencak, adalah gerak lahir, pukulan, tendangan, tangkisan. Silat, adalah gerak batin, pernafasan, meditasi, kembang, seni gerak. Barangkali. Yudo, bisa untuk melatih gerak tangan tatkala jatuh. Pukulan, tendangan, tangkisan, bisa untuk latihan senam se-hari2, agar berkeringat, sehat, segar, awet tua.

Yellow Bean

Terimakasih Koh @Liang insyaalloh saya browsing uraian anda. Saya sering merasakan kehilangan empati dari orang sekitar yang beranggapan kami banyak uang, seperti ketika almarhum suami mengalami kebutaan retinopatik, sampai ada seorang pejabat yang menyuruh berobat ke RS yang besar dan jangan takut biaya pasti kami mampu bayar, sedangkan kami hanya staf PNS biasa yang hanya mengharapkan belas kasih dari pejabat yang menjadi atasan kami. Namun Alhamdulillah banyak hikmah yang kami dapatkan dalam perjalanan hidup untuk tetap menjaga empati dan simpati untuk orang orang di sekitar kami. Walaupun beban psikologis kami berat tapi tidak membuat kami menutup mata dengan penderitaan orang lain .Alhamdulillah.

Liáng – βιολί ζήτα

CHDI : “Konflik politik 0, konflik perguruan silat 515 kali,” Dari sudut pandang psikologi, penyebab utamanya kemungkinan besar karena faktor empati yang ekstrem dan tidak terkendali. Psikolog Judith Hall (Northeastern University) menyimpulkan bahwa empati pada dasarnya bukanlah istilah yang memiliki makna yang pasti. Oleh karena itu, empati memungkinkan untuk dimanipulasi dengan tujuan untuk meningkatkan antipati terhadap orang-orang yang dianggapnya berlawanan. Kecenderungan yang lebih buruk lagi, tendensi orang-orang untuk berempati bahkan bisa dimanfaatkan untuk memanipulasi mereka agar bertindak agresif dan bisa menjadi kejam. Bagi yang berminat untuk mengetahui lebih detail, anda bisa menelusurinya di portal-portal psychology dengan keyword : – empathy – cognitive empathy – affective empathy – compassionate empathy – normal empathy levels – empathy disorder – hyper-empathy syndrome – empathy deficit disorder

Hari Purwanto

30 orang dari dua perguruaan silat asal Indonesia berkelahi dekat stasiun Taiwan,…..duh rasa Kebanggaan berbangsa kita bener2 terusik, Sungguh nggak seimbang kita impornya barang cakep yg dibangggakan oleh negara pengekspornya (contoh lagi lagi, Kereta Cepat)…laaaah ini yang kita ekspor TKI yang gelut berantem di negeri orang…jiaaan wagu tur njelehi

Mirza Mirwan

Sambil nunggu waktu berangkat Jumatan saya baca komentar yang sudah masuk. Dan saya tersenyum membaca “Matematika Perkelahian” Pak Agus. Bukannya apa, tetapi Pak Agus kurang cermat membaca CHD hari ini. Angka 515 konflik itu dari tahun 2020 sampai 2023 — ada dalam kurung. Tidak disebutkan CHD tahun 2020 itu bulan apa. Kita anggap saja bulan September. Jadi selama 3 tahun. Kalau setahun ada 365 hari — Pak Agus menulisnya 360 hari — maka totalnya 1.095 hari. Kalau selama 1.095 hari terjadi 515 kali konflik silat, berarti tiap hari ada 0,47 konflik saja. Tetapi 515 konflik silat yang memakan 6 korban tewas. 26 korban luka berat dan 526 luka ringan dalam waktu 3 tahun memang bukan masalah sepele. Upaya Gubernur, Pangdam dan Kapolda untuk meniadakan konflik silat sudah tepat. Konflik dengan sentimen primordial memang mudah menjalar. Semoga tak akan ada lagi konflik serupa. Pun konflik politik dengan sentimen primordial. Berbeda pilihan adalah sesuatu yang niscaya. Tak perlu ditanggapi dengan “to be or not to be.” Malah jadi sutris nantinya. Untuk pembaca yang muslim, mari kita ke masjid!

Johannes Kitono

Tulisan CHD Siaga Silat membuat nostalgia ketika menimba ilmu di SMEA-Negeri 1 Pontianak. Kampungnya bro Liam Kepeng Then. Saat itu sekolah Negeri tentu bukan pilihan utama kalau tidak terpaksa. Untuk membangun rasa percaya diri. Ikut latihan kung fu di Kebun Sayur, Gajah Mada. Suhunya A Mong Cek dari aliran Pek Lian Kaw alias Aliran Teratai Putih. Tiga bulan pertama hanya latihan kuda-kuda,bikin susah BAB. Then, baru dikasih jurus dan kembangnya. Itupun dicicil dan di supervisi oleh para suhengnya. Suhu Among yang fisiknya kurus padat hanya memantau saja .Berkat latihan sekali seminggu timbul juga percaya diri. Adalah Marsaid teman sekelas anak Madura yang badannya atletis berkat latihan Judo. Suka iseng dan ganggu towel-towel badan di kelas. Untuk selesaikan masalah anak muda. Akhirnya janji bertarung di Lapangan Bola Khatulistiwa samping Gereja.Dengan disaksikan teman sekelas keduanya salaman sebelum tarung bebas. Masing-masing mendapat satu bogem mentah.Pertarungan langsung selesai karena keburu dilelai. Kedua petarungpun salaman lagi dan urusan di kelas jadi selesai. Tamat SMEA Marsaid meneruskan kuliah di AMI yang seragamnya mirip Akabri. Semoga bro Marsaid sukses dengan karirnya atau mengembangkan bisnis Daging Sapi ortunya.

Juve Zhang

Pendekar jatim ini ter inspirasi Bruce Lee yg mendatangi perguruan karate dan memyatakan Bruce Lee adalah murid terjelek dari Perguruan Wing Chun. Yg langsung menghajar semua karateka di Dojo nya langsung. Itu film dalam hidup nyata memang Bruce Lee suka memdatangi dojo karate dan adu kehebatan kelahi. Konon semua karate ka gak ada yg mampu menandingi Bruce Lee.

daeng romli

Ini cerita tentang perguruan silat yg sering tawuran. Teman anak saya masih 10 thn , laki2. Sering melihat tawuran lewat TV. Suatu saat dia bilang ke ayahnya. Yah nanti aku melok anggota perguruan silat “A”. dan tidak mau memilih yg lain. Ditanya sama Ayahnya, Mengapa kok pilih perguruan itu nak?. Dia jawab : enak Yah klo melok iku, nek tawuran menangan , soale anggotanya banyak… Ternyata pikiran anak2 itu masih menghubungkan antara belajar bela diri dengan tawuran buka utk jaga diri…. #soinspiring

Yellow Bean

@Cak Mul Astaghfirullah. Kadang memang ada istri yang bisa memperlakukan suami persis sapi perah. Istrinya kinclong sedang suaminya walaupun pejabat yang membawakan pulang semua kebutuhan keluarga tapi kusut dan lusuh karena istrinya menganggap semua usaha suami nya adalah kewajiban dan istri tidak merasa bertanggungjawab dengan kondisi suami. Kalau pun benar adanya semoga istri Bli @Leong putu bisa lebih bijak lagi dalam pengelolaan keuangan keluarga. Karena bagi saya pribadi yang tidak diijinkan mencari uang sendiri maka suami ada aset yang harus sangat di jaga lahir dan batin nya demi kelangsungan hidup keluarga tentunya

Yellow Bean

Cak Mul yang Guanteeng. Saya pemegang ATM suami sebenarnya bukan pemaksaan tapi karena suami mempercayakan pengelolaan uang penghasilannya kepada bendahara rumah tangga. Dan yang lebih utama bahwa saya bukan tipe istri yang uang yang masuk ke gue semua jadi milik gue. Suami hanya malas bolak-balik ATM untuk mengambilkan uang belanja bulanan dan tetek bengek kebutuhan rumah dari bayar uang sekolah Anak, listrik bahkan sampai uang service kendaraan. Di rumah kami suamiku adalah raja yang cukup tunjuk jari maka anggota keluarga sudah sendiko dawuh cak. Jangan kuatir dompet suami ku tidak pernah kosong dari trio Sukarno Hatta dan Mbah mesem. hhh…

Leong Putu

Tapi aku gak rugi, Cak. Bojoku dadi awet nom, resik, yo wangi….gak seneng ta nduwe bojo koyo ngono?…saking ketok enom’e bojoku, pas mangan ng resto, pelayan restone sampai ngomong :”mbak, sopir mbak mau dipesankan apa?”. Leeeeh…bangga gak nduwe bojo koyo ngono? Hhhhh (Tertawa ngece)

Mukidi Teguh

Saya usul, agar hasrat bertempur para pesilat tersalurkan, sebaiknya dibuatkan turnamen resmi berhadiah milyaran rupiah. Sebaiknya jangan kelas perorangan, tapi kelas kolosal, yakni 30 vs 30, atau bahkan 100 vs 100.

al.reza de.silalahi

Ini tulisan sarat makna, baca judulnya saja saya langsung teringat sama ketua persatuan pencak silat, seolah-olah pak Dahlan mau menyampaikan pesan, urusan konflik internal perguruan silat yang banyak memakan korban begini saja masa gak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, apalagi urusan yg jauh lebih dari itu. Hehehe. Pesan yg kedua, rupanya pak Dahlan mau masuk ke issu sensitif seperti konflik Rembang, tapi dari beberapa episode kemarin saya tunggu-tunggu tak kunjung muncul keberanian pak Dahlan untuk menguliti situasi investasi ECO city itu, rupanya pergulatan bathin di tubuh pak Dahlan sudah mulai terlihat, dia berani mengulas konflik ditubuh perguruan silat. ????????

 

KPU Bangkalan