Manajemen sadar, rumah sakit masa depan bertumpu pada data dan kecerdasan buatan
matamaduranews.com–SUMENEP — Perubahan layanan kesehatan hari ini tidak lagi cukup hanya dengan menambah gedung atau alat medis. Rumah sakit modern bergerak ke arah baru: digital health, pelayanan kesehatan yang ditopang data, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
Di tengah transformasi yang sedang berjalan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep melihat peluang besar untuk melangkah lebih jauh melalui integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan sistem rumah sakit pintar (smart hospital system).
Langkah awal itu mulai terlihat pada pertengahan Februari 2026. Bidang IT RSUD Sumenep mengundang konsultan IT dari Yogyakarta dalam rangka audit sistem sekaligus pendampingan teknis. Upaya ini ditempuh untuk mencegah risiko downtime, mempercepat layanan, serta memperkuat perlindungan data pasien dari ancaman kebocoran.
Pelatihan bertajuk “Scalable Database Management: Strategi Optimasi Query & Arsitektur Data Skala Menengah” menjadi bagian dari strategi besar transformasi digital rumah sakit.
Pemateri kegiatan tersebut adalah A Wahid, konsultan IT dan AI dari Yogyakarta yang bukan sosok asing bagi RSUD Sumenep. Sebelumnya, ia terlibat dalam pengembangan Hospital Chatbot berbasis AI (RAG) yang terintegrasi WhatsApp pada 2024.
“Pengelolaan database yang efektif menjadi kunci kelancaran operasional dan kualitas layanan kesehatan,” ujar Wahid, yang kini menempuh Magister Kecerdasan Artifisial di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa penguatan sistem data merupakan bagian penting dari arah transformasi rumah sakit.
“RSUD Sumenep lagi memperkuat konsep Smart Hospital yang akan memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan,” kata dr Erliyati kepada media.
dr Erliyati berharap, transformasi ini bisa menjadi fondasi baru pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan aman bagi masyarakat Sumenep. (*)











