matamaduranews.com-H. Mohamad Iksan, S.Pd., M.T. sudah Pulang ke Rumah Pendidikan. Namun ia masih diminta ikut seleksi terbuka kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep.
Biarlah takdir yang menentukan. Yang pasti banyak berharap Iksan tetap di rumah pendidikan. Bukan karena apa. Sebab Bupati Fauzi Wongsojudo sudah mengembalikan untuk menakhodai Dinas Pendidikan Sumenep—tempat di mana pengabdiannya bermula.
Yang langkah kakinya di Sumenep dimulai pada tahun 1999 sebagai seorang guru SMK. Kalianget. Berlatar belakang pendidikan teknis, ia membawa pola pikir praktis dan presisi ke dalam dunia pendidikan.
Sebelum terjun sepenuhnya ke struktural birokrasi, ia dikenal sebagai konsultan proyek yang terbiasa menangani manajemen skala besar.
Pengalaman ini membentuk mentalitasnya yang optimistis meski harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran.
Kariernya di Dinas Pendidikan menanjak secara bertahap, mulai dari Kepala Seksi hingga menjabat sebagai Kabid Pembinaan SMP pada 2017-2018. Meski sempat “melanglang buana” menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial hingga Kepala Disbudporapar, jiwanya sebagai pendidik tidak pernah luntur.
Karakter “Koboy” yang Egaliter
Di lingkungan Pemkab Sumenep, Iksan kerap dijuluki sebagai “Pejabat Koboy”. Julukan ini bukan tanpa alasan; ia adalah sosok yang lugas, blak-blakan, dan berani mengambil risiko tanpa terjebak dalam basa-basi birokrasi yang kaku.
Penampilannya yang selalu parlente dan rapi kontras dengan gaya bicaranya yang egaliter dan ekspresif. Ketangguhannya teruji saat memimpin Disbudporapar. Di sana, ia mampu mengelola puluhan agenda besar setiap tahunnya di tengah sorotan tajam dan tekanan publik.
Bagi Iksan, hujatan adalah bagian dari dinamika kerja yang harus dijawab dengan hasil nyata. Ketahanan mental inilah yang membuatnya terus mendapat kepercayaan besar dari pimpinan daerah.
Khidmat di Jalur Langit: Pengabdian di Nahdlatul Ulama
Sisi lain yang memperkuat karakter Iksan adalah kedekatannya dengan nilai-nilai religius dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sejak muda di Surabaya, ia telah aktif di IPNU dan GP Ansor. Di Sumenep, kontribusinya nyata dengan membidani lahirnya SMA NU dan SMP NU Sumenep.
Saat ini, di tengah kesibukannya sebagai Kadisdik, ia tetap mendedikasikan diri sebagai Wakil Bendahara PCNU Sumenep masa khidmat 2025-2030.
Misi Besar di Sisa Masa Bakti
Kembalinya Iksan ke Dinas Pendidikan di sisa 2,5 tahun masa baktinya (menuju pensiun di 2028) membawa mandat berat. Ia memikul tanggung jawab mengelola hampir seperempat APBD Sumenep dengan target meningkatkan capaian Pendidikan Profesi Nasional (PPN) ke angka di atas 70.
Bagi Iksan, jabatan ini bukan sekadar posisi strategis, melainkan amanah untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia di Sumenep. Filosofi hidupnya yang pasrah namun gigih tercermin dalam kutipan bahasa Jawa yang ia bagikan usai pelantikan:
“Gusti, kulo pun manut dalane. Mung Jenengan sing ngatur ceritane…” (Tuhan, aku sudah mengikuti jalan-Mu. Hanya Engkau yang mengatur alur cerita).
Kini, dengan pengalaman lintas dinas dan keberaniannya yang khas, H. Mohamad Iksan siap menuliskan babak akhir karier ASN-nya dengan tinta prestasi, sembari tetap membuka peluang dalam seleksi terbuka kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep. (hambali rasidi)












