PAN Mantapkan Heru Sebagai Calon Bupati Pamekasan di Pilkada 2018

Calon Bupati Pamekasan dari Partai Amanat Nasional, Heru Budi Prayitno Foto / Istimewah
Calon Bupati Pamekasan dari Partai Amanat Nasional, Heru Budi Prayitno
Foto / Istimewah

MataMaduraNews.com – PAMEKASAN – Sebagimana dimuat dalam Mata Madura edisi 15 (Bursa Pilkada Sebentar Lagi), nama Heru Budi Prayitno, disebut-sebut bakal maju sebagai salah satu kontestan Pilkada Kabupaten Pamekasan 2018. Kini, secara resmi DPD PAN (Partai Amanat Nasional) Pamekasan melalui Ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu)-nya, secara resmi telah menetapkan Heru Budi Prayitno sebagai calon bupati pada pilkadatersebut.

“Berdasarkan rapat resmi Bappilu, DPD PAN Kabupaten Pamekasan menetapkan saudara Heru Budi Prayitno sebagai Calon Bupati pada Pilkada Pamekasan 2018”, kata  Abdul Haq, Ketua Bappilu-DPD PAN Kabupaten Pamekasan, Kamis (30/03/2017).

Baca Juga: Jelang Penilaian Adipura, Pamekasan Mulai Berbenah

Menurutnya, penetapan Heru sebagai calon Bupati selain didasarkan atas petunjuk DPW PAN Provinsi Jawa Timur agar memberangkatkan kader sendiri, juga karena beberapa pertimbangan lain. “Pasti kader terbaik,” ujarnya.

Pertimbangan pertama adalah standar moralitas PAN yang memberikan penghargaan kepada setiap kader yang telah terbukti gigih berjuang membesarkan PAN. Dalam Hal ini, Bappilu, menilai Heru Budi Prayitno telah terbukti memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan DPD PAN Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga: Hampir Dihabisi Ayah Kandung, Justru Jadi Tema Buku

BACA JUGA :  Tanamkan Cinta Batik Madura lewat Fashion Show di Kadin Fair 2017

Selanjutnya, Heru Budi Prayitno dinilai sebagai seorang yang dikenal publik sebagai aktivis yang konsisten dalam membela kepentingan masyarakat. Selain itu, ia juga dipandang cukup populer di publik Pamekasan. “Ini tentu menjadi modal penting dalam kontestasi nanti,” tegasnya.

Kepada masyarakat Pamekasan, politisi yang tinggal di desa Laden Pamekasan ini berharap agar publik tidak perlu skeptis terhadap pencalonan Heru apalagi dikaitakn dengan persoalan kapital. Karena selain tidak baik sebagai pendidikan politik,  pilkada adalah kontestasi pemilihan pemimpin dengan kompetensi leadership yang kuat, integritas moral, dan pengetahuan. Jika diukur dari kapasitas kapital, justru bahaya. Karena yang paling berpeluang menjadi pemimpin adalah sesorang yang mewakili kepentingan uang.

Baca Juga: Gara-Gara Diledek, Abang Becak Bacok Teman

Sementara itu, Heru menyatakan, sebagai kader PAN apa pun yang diamanatkan partai kepadanya, dirinya harus menerimanya dengan penuh tanggung jawab. “Masyarakat sudah mulai cerdas,  bisa memilih mana pemimpin yang memiliki kapasitas, mana yang hanya bermodal kekuatan uang,” tegasnya saat ditemui MataMaduraNews.com.

Reporter: Johar, Mata Pamekasan

Editor: Syahid

.

Komentar