Pemerintahan

Pesan Dewan Sumenep Untuk Program Balik Gratis

×

Pesan Dewan Sumenep Untuk Program Balik Gratis

Sebarkan artikel ini
Indra Wahyudi
Indra Wahyudi

matamaduranews.com-Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi memberi pesan kepada Pemkab Sumenep agar menyediakan angkutan balik gratis usai lebaran Idulfitri bagi warga kepulauan sejak Rabu (17/4/2024) hingga Minggu (21/4/2024) mendatang.

Hal itu disampaikan Indra setelah mendapat aspirasi dari warga kepulauan Sumenep yang hendak kembali ke daratan usai lebaran Idul Fitri 2024.

Kata Indra, cuaca laut buruk. Warga kepulauan untuk balik menuju tempat kerja tertunda. Karena itu, dia memberi pesan kepada Pemkab Sumenep agar menyediakan kapal untuk mengangkut warga dalam program arus balik gratis.

Selain itu, Indra berharap kepada penyedia layanan transportasi laut untuk memerhatikan keselamatan para penumpang.

“Utamakan keselamatan penumpang, lengkapi dengan alat keselamatan sesuai standar dan waspadai cuaca ekstrem,” ujar Indra kepada media, Jumat (19/4/2024).

Indra juga meminta kepada penyedia transportasi agar menyesuaikan dengan arahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Indra mengapresiasi program Pemkab Sumenep yang menggratiskan angkutan arus balik pascalebaran.

“Ini program bagus dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Sumenep,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep Yayak Nurwahyudi memberi beberapa catatan. Terkhusus pada arus balik jalur laut yang sulit diprediksi puncak aktivitas perjalanan.

“Ternyata memprediksi puncak balik lebaran itu lebih sulit dibandingkan dengan puncak mudik lebaran. Kalau mudik lebaran kan jelas kapan tanggal Idul Fitri. Kalau pucak arus balik itu yang menjadi catatan kami untuk bahan evaluasi,” ungkap terang Yayak Nurwahyudi, Jumat.

Menurut Yayak, pada arus balik lebaran tahun ini Pemkab Sumenep menyadiakan tiket kapal gratis. Dengan sulitnya memprediksi puncak aktivitas masyarakat maka ketepatan prediksi belum sesuai harapan.

“Di arus balik yang kita prediksi akan terjadi kepadatan itu malah tidak sesuai. Sehingga saat kita sudah siapkan kapal jadinya tidak pas,” ujarnya.

Dijelaskan, prediksi puncak arus balik sulit ditentukan karena banyak masyarakat bekerja sebagai wiraswasta. Kondisi itu berbeda dengan mereka yang berprofesi ASN, pelajar maupun pekerja di perusahaan.

“Kalau seperti ASN, pekerja swasta dan pelajar itu jelas bisa kita prediksi karena kan ada awal masuk. Kalau yang pekerja mandiri ini yang susah. Kalau saya melihat fenomena yang sekarang pekerja mandiri itu lebih banyak jadi mereka lebih longgar mau balik kapan,” papar Yayak.

Diketahui, dalam program arus balik beberapa rute. Di antaranya Pulau Kangean – Kalianget, Pulau Masalembu – Kalianget, Pulau Sapeken – Kalianget, Pulau Sapeken – Tanjung Wangi Banyuwangi, Pulau Raas – Jangkar Situbondo, dan Pulau Sepudi – Jangkar. Selain itu juga ada rute baru Pulau Sapeken – Bali dan Pulau Raas – Bali. (hambalirasidi)

KPU Bangkalan