Viral

Wartawan Mengalami Kekerasan Usai Menulis KDMP

Wartawan Mengalami Kekerasan
Agustiana Mulyono saat melapor ke Polresta Tasikmalaya usai mengalami kekerasan oleh oknum Ketua KDMP. (FOTO Jaringan Disway)

matamaduranews.com-Seorang wartawan menjadi korban dugaan kekerasan setelah menulis pemberitaan terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Korban mengalami lebam di kepala dan trauma psikis.

Korban adalah Agustiana Mulyono, wartawan media Priangan.com. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Rumah Sakit TMC, Kota Tasikmalaya.

Terduga pelaku merupakan oknum Ketua KDMP berinisial H. Kejadian bermula saat Agustiana hendak melakukan wawancara terkait pembangunan KDMP di Kota Tasikmalaya.

Seperti dikutip dari berbagai pemberitaan, sebelum insiden terjadi. Korban dan terduga pelaku sempat berkomunikasi melalui telepon dan sepakat bertemu di Rumah Sakit TMC untuk wawancara.

Namun setibanya di lokasi, wawancara tidak berlangsung. Agustiana justru mengaku mendapat hardikan dan perlakuan kasar.

“Pelaku menghardik dan menyebut tidak terima atas pemberitaan saya. Lalu saya beberapa kali disundul di bagian kepala,” ujar Agustiana kepada media usai melapor ke Polresta Tasikmalaya, Kamis (26/2/2026).

Keributan sempat terjadi dan petugas keamanan rumah sakit datang melerai. Meski begitu, insiden disebut berlanjut di area lobi rumah sakit. Korban mengaku kerah bajunya ditarik dan kembali mendapat sundulan hingga mengalami lebam dan pusing.

Agustiana memilih tidak melawan.

“Saya tidak melawan karena menghargai pelaku yang usianya lebih tua,” katanya.

Ia juga menyebut terduga pelaku datang bersama dua orang yang disebut sebagai pengurus KDMP.

Usai kejadian, Agustiana melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota. Polisi disebut masih mendalami laporan dan kronologi kejadian.

Direktur PT Priangan Media Partners, Muhajir Salam, mengecam keras dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut dan memastikan kasus ini dikawal secara hukum.

“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa ditoleransi. Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polres Tasikmalaya Kota,” tegas Muhajir.

Berdasarkan berbagai sumber, dugaan kekerasan ini dipicu ketidakpuasan terduga pelaku terhadap pemberitaan media mengenai pembangunan KDMP. (redaksi)

Exit mobile version