AdvertorialKeuangan

Dari Bank Daerah ke Bank Digital: Roadmap Transformasi BPRS Bhakti Sumekar

×

Dari Bank Daerah ke Bank Digital: Roadmap Transformasi BPRS Bhakti Sumekar

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar
ilustrasi

Sumenep – Perubahan lanskap industri keuangan menuntut lembaga keuangan daerah untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. BPRS Bhakti Sumekar kini tengah menjalankan roadmap transformasi untuk beralih dari bank daerah konvensional menjadi bank digital berbasis layanan yang cepat, aman, dan inklusif.

Direktur Hairil Fajar menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah di era ekonomi digital.

“Kami tidak ingin hanya menjadi bank daerah yang melayani secara tradisional. Kami ingin menjadi bank digital yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa dan kepulauan dengan layanan yang modern dan efisien,” ujar Hairil Fajar, Selasa 3 Maret 2026.

Tahap Pertama: Digitalisasi Layanan Dasar

Dalam roadmap transformasi, tahap awal yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar adalah digitalisasi layanan dasar. Fokus utama pada fase ini adalah meningkatkan efisiensi pelayanan dan mempercepat proses transaksi nasabah.

Beberapa layanan yang telah dikembangkan antara lain:

  • Notifikasi transaksi dan informasi produk melalui WhatsApp
  • Sistem pelayanan nasabah berbasis digital
  • Pengelolaan data nasabah secara terintegrasi
  • Pembukaan rekening dan pengajuan pembiayaan secara online

Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap transformasi yang lebih kompleks.

“Transformasi digital harus dimulai dari hal yang paling sederhana dan paling dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Hairil Fajar.

Tahap Kedua: Integrasi Sistem dan Ekosistem Digital

Pada tahap berikutnya, BPRS Bhakti Sumekar menargetkan integrasi sistem layanan dengan berbagai ekosistem digital, termasuk sektor pendidikan, UMKM, dan layanan publik daerah.

Integrasi ini bertujuan menciptakan layanan keuangan yang terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Beberapa rencana pengembangan pada tahap ini meliputi:

  • Integrasi layanan pembayaran digital
  • Sistem tabungan pelajar terhubung dengan sekolah
  • Platform pembiayaan UMKM berbasis digital
  • Dashboard monitoring layanan dan transaksi
BACA JUGA :  “Event Suramadu Festival” Siap Digelar Meriah di Bangkalan

“Kami ingin layanan keuangan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem digital daerah,” kata Hairil Fajar.

Tahap Ketiga: Transformasi Menjadi Bank Digital Daerah

Tahap akhir dalam roadmap transformasi adalah membangun bank digital daerah yang mampu memberikan layanan keuangan secara menyeluruh melalui platform digital.

Pada fase ini, BPRS Bhakti Sumekar menargetkan layanan berbasis aplikasi dan sistem digital yang terintegrasi, termasuk layanan mobile banking, pembayaran digital, dan sistem analitik data untuk pengambilan keputusan.

Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

“Bank digital bukan hanya tentang aplikasi, tetapi tentang layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat,” tegas Hairil Fajar.

SDM dan Tata Kelola Jadi Kunci Keberhasilan

Selain teknologi, keberhasilan transformasi digital juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi. BPRS Bhakti Sumekar terus melakukan pelatihan dan peningkatan kompetensi pegawai agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Penguatan tata kelola juga menjadi prioritas untuk memastikan transformasi berjalan secara aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan keberhasilan transformasi adalah manusia dan tata kelola yang baik,” ujar Hairil Fajar.

Menuju Layanan Keuangan yang Lebih Inklusif

Dengan roadmap transformasi yang terstruktur, BPRS Bhakti Sumekar optimistis dapat memperluas layanan keuangan hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja lembaga, tetapi juga memperkuat peran bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat, di kota maupun di desa, memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan. Inilah tujuan utama transformasi digital kami,” pungkas Hairil Fajar. (ras)