Berita UtamaKeuangan

Digitalisasi Syariah BBS Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Sumenep

×

Digitalisasi Syariah BBS Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Sumenep

Sebarkan artikel ini
Hairil Fajar
Komitmen Hairil Fajar membangun ekosistem ekonomi daerah melalui layanan prima BPRS Bhakti Sumekar

Sumenep – Transformasi digital di sektor keuangan syariah terus berkembang di Kabupaten Sumenep. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan keuangan yang cepat, aman, dan inklusif, BPRS Bhakti Sumekar (BBS) tampil sebagai salah satu institusi yang memainkan peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi lokal.

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren teknologi, tetapi kebutuhan mendesak untuk memperluas akses layanan keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor informal.

“Digitalisasi syariah adalah fondasi masa depan ekonomi daerah. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Sumenep, termasuk pelaku UMKM di desa-desa, dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Hairil Fajar kepada wartawan, Selasa (2026).

Menurutnya, BPRS Bhakti Sumekar telah melakukan berbagai inovasi layanan berbasis digital, mulai dari pembiayaan mikro berbasis sistem online, notifikasi layanan melalui WhatsApp, hingga pengembangan sistem pelayanan nasabah berbasis teknologi informasi.

Peran Strategis BBS dalam Ekonomi Daerah

Sebagai bank milik daerah, BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, BBS fokus memperkuat sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, perikanan, dan usaha mikro.

Hairil Fajar menjelaskan bahwa keberadaan BBS sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses layanan perbankan.

“Kami ingin menjadi tulang punggung ekonomi Sumenep. Ketika UMKM tumbuh, ketika pedagang pasar berkembang, dan ketika nelayan mendapatkan pembiayaan yang tepat, maka ekonomi daerah akan bergerak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kepala SMKS Ibnu Cholil Bangkalan Berterima Kasih Ke Polres Bangkalan, Ada Apa?

Ia menambahkan bahwa pendekatan layanan keuangan syariah memberikan rasa aman bagi masyarakat karena berbasis prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan.

Fokus pada UMKM dan Inklusi Keuangan

Digitalisasi layanan BBS juga diarahkan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Kabupaten Sumenep. Saat ini, banyak pelaku usaha kecil yang mulai beralih menggunakan layanan digital untuk transaksi dan pengelolaan usaha.

Program pembiayaan mikro dan layanan digital yang dikembangkan BBS dinilai mampu mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

“Kami tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan. Tujuannya agar usaha masyarakat bisa tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” kata Hairil Fajar.

Selain itu, BBS juga aktif melakukan edukasi literasi keuangan syariah kepada masyarakat, termasuk pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan tabungan, serta pentingnya investasi yang sesuai prinsip syariah.

Menuju Bank Syariah Digital Berbasis Daerah

Ke depan, BPRS Bhakti Sumekar menargetkan pengembangan layanan digital yang lebih terintegrasi, termasuk sistem pembayaran digital, layanan mobile banking, dan integrasi dengan ekosistem ekonomi lokal.

Digitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Sumenep di era ekonomi digital.

“Kami ingin BBS menjadi bank syariah daerah yang modern, adaptif terhadap teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai syariah. Digitalisasi adalah jalan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya. (ras)

Tinggalkan Balasan