matamaduranews.com-Sumenep – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) tancap gas melakukan transformasi digital di sektor pendidikan. Bank milik Pemkab Sumenep ini menargetkan implementasi layanan keuangan digital di 90 sekolah se-Kabupaten Sumenep pada tahun 2026 mendatang.
Langkah masif ini diambil untuk memperkuat budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di wilayah berjuluk Kota Keris tersebut.
Bangun Budaya Menabung Digital
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyatakan bahwa perluasan layanan ini merupakan komitmen bank dalam menghadirkan ekosistem keuangan yang modern bagi generasi muda. Melalui aplikasi digital, siswa tidak lagi menabung dengan cara konvensional yang berisiko, melainkan melalui sistem yang terintegrasi.
“Kami menargetkan sekitar 90 sekolah di tahun 2026 sudah menerapkan sistem digital ini. Fokusnya adalah membangun kebiasaan menabung yang terencana dan aman bagi pelajar,” ujar Hairil Fajar.
Inovasi Layanan Daerah
Digitalisasi di lingkungan sekolah ini dinilai menjadi solusi atas tantangan transparansi pengelolaan dana siswa. Berikut poin penting transformasi digital BPRS Bhakti Sumekar:
- Aksesibilitas: Mempermudah siswa di berbagai pelosok Sumenep menjangkau layanan perbankan.
- Keamanan: Sistem digital meminimalisir risiko kesalahan pengelolaan dana di sekolah.
- Edukasi: Siswa belajar mengenal teknologi perbankan (fintech) sejak bangku sekolah.
Dukung Program Nasional
Target 90 sekolah ini juga sejalan dengan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang terus didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan kapitalisasi aset yang telah menembus angka Rp 1 triliun, BPRS Bhakti Sumekar optimis transformasi ini akan mempercepat indeks literasi keuangan di daerah.
Upaya ini diharapkan tidak hanya sekadar angka, namun menciptakan generasi muda yang melek finansial dan siap menghadapi era ekonomi digital di masa depan.(ras)






