Sumenep – Transformasi digital dan penguatan layanan keuangan syariah yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya berbicara tentang teknologi dan inovasi. Di balik perubahan tersebut, terdapat nilai utama yang terus dijaga, yakni amanah sebagai fondasi kepercayaan masyarakat.
Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa transformasi lembaga keuangan syariah harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan integritas.
“Transformasi bukan hanya soal teknologi, tetapi soal menjaga amanah. Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang harus kami jaga dalam setiap langkah perubahan,” ujar Hairil Fajar kepada wartawan, Selasa (2026).
Transformasi Berbasis Nilai, Bukan Sekadar Teknologi
Menurut Hairil Fajar, transformasi yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga pada penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, BPRS Bhakti Sumekar melakukan pembenahan sistem pelayanan, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan yang profesional dan berintegritas.
“Teknologi bisa dibeli, tetapi kepercayaan harus dibangun. Karena itu, setiap inovasi harus diiringi dengan tata kelola yang baik dan tanggung jawab yang jelas,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas lembaga keuangan daerah sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Amanah sebagai Fondasi Keuangan Syariah
Sebagai lembaga keuangan berbasis syariah, nilai amanah menjadi prinsip utama dalam menjalankan operasional dan pelayanan kepada nasabah. Nilai ini tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dengan komitmen moral dalam mengelola dana masyarakat.
Hairil Fajar menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh BPRS Bhakti Sumekar harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi daerah.
“Kami mengelola dana masyarakat. Karena itu, setiap rupiah yang kami kelola harus dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas dan kehati-hatian,” tegasnya.
Kepemimpinan yang Berorientasi Pelayanan
Dalam menjalankan transformasi, Hairil Fajar menekankan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, pemimpin di lembaga keuangan harus mampu menjadi teladan dalam menjaga integritas dan profesionalisme.
Budaya kerja yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang kuat dan dipercaya masyarakat.
“Pemimpin harus hadir untuk melayani. Ketika pelayanan menjadi prioritas, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Hairil Fajar.
Menjaga Kepercayaan, Membangun Masa Depan
Ke depan, BPRS Bhakti Sumekar akan terus melanjutkan transformasi dengan tetap menjaga nilai amanah sebagai prinsip utama. Transformasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat peran lembaga keuangan daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
Bagi BPRS Bhakti Sumekar, keberhasilan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan adalah modal utama kami. Selama amanah dijaga, kami yakin BPRS Bhakti Sumekar akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Hairil Fajar. (ras)






