matamaduranews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Di awal Maret 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan menutup atau menghentikan sementara operasional puluhan dapur MBG yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penutupan ini dilakukan setelah hasil inspeksi dan laporan masyarakat menemukan sejumlah pelanggaran dalam pengelolaan dapur program tersebut (Kompas.com; CNNIndonesia.com; Tempo.co).
BGN menyebutkan ada beberapa alasan utama di balik langkah tegas tersebut.
Makanan Tidak Layak Konsumsi
Salah satu temuan yang paling banyak dilaporkan adalah menu makanan yang tidak layak dikonsumsi.
Dalam beberapa dapur MBG, ditemukan bahan makanan yang sudah rusak. Di antaranya roti berjamur, buah yang busuk bahkan berbelatung, hingga lauk yang sudah basi.
Selain itu, sejumlah dapur juga dinilai tidak memenuhi standar komposisi gizi yang telah ditetapkan dalam pedoman program MBG. Padahal program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan (Kompas.com).
Sanitasi dan Fasilitas Tidak Memadai
Masalah lain yang ditemukan adalah fasilitas dapur yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Beberapa SPPG dilaporkan belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, sejumlah dapur juga tidak dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan penerima manfaat sekaligus berpotensi mencemari lingkungan sekitar (Tempo.co).
Tersendatnya Operasional
Di beberapa daerah, operasional dapur MBG juga sempat berhenti karena kendala administratif dan anggaran.
Laporan media menyebutkan di wilayah seperti Malang dan Kuningan, dapur MBG terhenti karena proses pencairan dana operasional dari pusat yang terlambat.
Selain itu, sebagian penutupan bersifat sementara karena BGN melakukan verifikasi ulang terhadap dapur yang dinilai belum memenuhi standar operasional (CNNIndonesia.com).
Puluhan Dapur Ditindak
Hingga awal Maret 2026, tercatat sekitar 43 hingga 49 dapur MBG telah ditindak oleh BGN.
Sebarannya meliputi:
Jawa Timur: sekitar 17 lokasi
Jawa Barat: sekitar 7 lokasi
Jawa Tengah: sekitar 22 kasus terkait standar sanitasi
Luar Jawa: termasuk Tanjungpinang, Lombok, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera
Wilayah Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah dapur yang ditutup paling banyak dalam laporan sementara tersebut (Kompas.com; Tempo.co).
Buka Kanal Pengaduan
BGN juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program MBG.
Jika menemukan makanan MBG yang tidak layak konsumsi, masyarakat dapat melapor melalui:
Hotline: 127
WhatsApp: 0811-1000-8008
Laporan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari pengawasan agar program makan bergizi gratis tetap berjalan sesuai standar kesehatan dan gizi yang telah ditetapkan pemerintah. (*)







