Berbicara mengenai Rima tidak hanya tentang kecantikan, tetapi juga mengenai pribadinya sebagai manusia yang luar biasa memikat. Ini yang layak diteladani. Sejak muda dia sudah menjadi artis papan atas, namun dalam kehidupan sehari-hari tetap bersikap “humble†sederhana dan populis. itulah yang menonjol dan dikenang banyak orang sepeninggalnya. Saya mengenal pasangan Rima dan Frans Tumbuan puluhan tahun lalu. Ketika itu saya masih wartawan pemula, Rima sudah sudah artis sangat terkenal kelas papan atas, dan sukses pula sebagai enterpreuner di Indonesia. Tetapi hingga puluhan tahun sikap itu tidak lekang. Tetap ramah dan ramai. â€Â Bergudil -gudil†ungkapan khas dan ciptaannya sendiri untuk menunjukkan keakraban dengan siapapun. Frans Tumbuan juga begitu sampai usia perkawinan mereka menginjak 43 tahun (Frans Wafat 2015) tidak berubah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!†Itu ungkapan khasnya. Artinya lebih kurang enjoy saja, kita ngobrol yang ringan-ringan saja †terang Widyawati. Radio Elshinta yang mewawancarai semalam dalam perjalanan menuju taping talkshow Indonesia Lawyers Club milik Karni Ilyas, saya ceritakan pribadi Rima seperti dalam ungkapan â€Â bergudil-gudil†itu.
Idap Kanker
Di masa keemasan kariernya, Rima harus menerima kenyataan pahit. Dalam tubuh bintang film Intan Berduri ini bersarang sel-sel kanker. Ia pun memutuskan berhenti dari kebiasaan merokok yang sudah dimulainya sejak usia 16 tahun. Serangkaian pengobatan pun dijalaninya demi mendapatkan tubuh yang bugar lagi.
Menyesal Suami Meninggal karena Diabetes
Meninggalnya Frans Tumbuan akibat sakit diabetes pada 2015 sempat membuat Rima Melati merasa bersalah. Ibu tujuh anak ini merasa dirinya tidak menjaga pola makan Frans Tumbuan dengan baik, sehingga terserang diabetes.
Selama hidup bersama, pernikahan sejak 3 Desember 1973, Frans Tumbuan selalu ingin memanjakannya tanpa memikirkan kesehatan. Sehingga Rima Melati merasa terpukul begitu tahu suaminya mengidap penyakit berbahaya.
Seperti diketahui, Frans Tumbuan meninggal pada usia ke-76 di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 23 Maret 2015 pukul 00.37 WIB. Jenazah Frans dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 25 Maret 2015. (ngopibareng/kempalan)







