matamaduranews.com – Di balik konflik. Peran militer Iran lawan Israel dan Amerika Serikat. Ada rentetan serangan rudal, drone, dan operasi udara. Para analis melihat ada pertarungan kepentingan geopolitik dan ekonomi global.
Pertanyaan yang mulai muncul di berbagai forum internasional adalah: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari perang ini?
Sejumlah analis menyebut, konflik yang terjadi di Timur Tengah hampir selalu menghasilkan pemenang tersembunyi di luar medan perang.
Rusia Dianggap Diuntungkan
Banyak pengamat geopolitik menilai Rusia menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari konflik Iran vs Israel–AS.
Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan harga minyak dunia yang biasanya terjadi ketika Timur Tengah dilanda konflik. Kenaikan harga energi ini secara langsung meningkatkan pendapatan negara-negara eksportir minyak, termasuk Rusia.
Selain itu, konflik baru di Timur Tengah juga dinilai dapat mengalihkan perhatian Amerika Serikat dan sekutu Barat dari konflik Ukraina yang masih berlangsung.
Beberapa analis menyebut situasi ini memberi ruang strategis bagi Rusia dalam percaturan geopolitik global.
Industri Senjata Panen Permintaan
Setiap konflik militer biasanya juga menjadi momentum bagi industri pertahanan global.
Permintaan terhadap sistem pertahanan udara, drone militer, radar, dan berbagai teknologi perang meningkat drastis ketika konflik terjadi.
Perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin, Raytheon, dan produsen senjata lain dilaporkan meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan militer berbagai negara.
Analis keamanan internasional bahkan menyebut konflik Timur Tengah sebagai salah satu faktor utama yang menjaga pertumbuhan industri senjata global.
Negara Penghasil Minyak Ikut Untung
Perang di kawasan Teluk juga berdampak langsung terhadap pasar energi global.
Ketegangan militer di sekitar Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia, membuat pasar energi menjadi sangat sensitif.
Jika konflik semakin meluas, pasokan minyak global dapat terganggu dan harga energi melonjak.
Situasi ini memberikan keuntungan bagi negara-negara produsen minyak, karena harga jual energi meningkat di pasar internasional.
Israel dan Iran Sama-sama Menghitung Risiko
Bagi Israel, konflik ini dinilai sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan militer Iran, terutama terkait pengembangan rudal dan program nuklir.
Namun jika perang berlangsung terlalu lama, Israel juga berisiko menghadapi tekanan ekonomi dan keamanan domestik yang besar.
Di sisi lain, Iran dapat memanfaatkan konflik untuk memperkuat dukungan nasionalisme di dalam negeri serta meningkatkan pengaruh politiknya di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, kerusakan infrastruktur dan tekanan ekonomi akibat perang juga menjadi risiko besar bagi Teheran.
Dunia Khawatir Perang Meluas
Para pengamat memperingatkan bahwa konflik Iran–Israel–AS berpotensi berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas jika negara-negara lain ikut terlibat.
Selain ancaman keamanan, dampak ekonomi global juga menjadi perhatian serius, terutama terkait inflasi energi dan gangguan perdagangan internasional.
Karena itu, berbagai negara dan organisasi internasional kini terus mendorong jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Namun selama serangan balasan masih terjadi, Timur Tengah tetap berada di ambang eskalasi konflik yang lebih besar.
Sumber:
Reuters, Al Jazeera, Wall Street Journal, The Guardian, AP News, CNN Indonesia.







