KeuanganUMKM

Tiga Prioritas BPRS Bhakti Sumekar 2026: Literasi Keuangan, Digitalisasi, dan UMKM

×

Tiga Prioritas BPRS Bhakti Sumekar 2026: Literasi Keuangan, Digitalisasi, dan UMKM

Sebarkan artikel ini

matamaduranews.com-Sumenep – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) telah memetakan arah kebijakan strategisnya untuk tahun 2026. Bank milik daerah ini menetapkan tiga pilar utama sebagai prioritas: perluasan literasi keuangan, transformasi digital, serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa ketiga fokus tersebut merupakan kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pada 2026, kami menetapkan tiga fokus utama. Kami ingin memperluas edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital, dan meningkatkan dukungan penuh kepada pelaku UMKM sebagai motor ekonomi daerah,” ujar Hairil Fajar dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

  1. Literasi Keuangan dan Budaya Menabung

Prioritas pertama adalah memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Hairil menyebut bahwa literasi bukan sekadar tahu produk bank, tapi soal membangun karakter finansial.

“Edukasi akan terus kami masifkan. Kami ingin masyarakat, mulai dari pelajar hingga pelaku usaha, melek pengelolaan keuangan syariah sehingga mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

  1. Gas Pol Digitalisasi Layanan
BACA JUGA :  Inilah Manfaat Ruang Digital Bagi UMKM

Memasuki tahun 2026, transformasi digital menjadi harga mati. Setelah sukses dengan berbagai inovasi digital di sekolah, BPRS Bhakti Sumekar akan terus mengembangkan ekosistem perbankan elektronik yang lebih canggih namun tetap mudah diakses.

“Digitalisasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Kami terus mengembangkan layanan digital agar transaksi nasabah bisa dilakukan dengan satu genggaman, lebih aman, dan efisien,” tambah Hairil.

  1. UMKM Jadi Motor Ekonomi

Pilar ketiga yang tak kalah krusial adalah penguatan sektor UMKM. Sebagai bank perekonomian rakyat, BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen untuk mempermudah akses modal dan pendampingan bagi para pengusaha lokal di Sumenep dan sekitarnya.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Kami akan meningkatkan porsi dukungan, baik dari sisi pembiayaan maupun pendampingan usaha, agar produk-produk lokal bisa naik kelas,” tegasnya.

Dengan aset yang stabil di atas Rp 1 triliun, BPRS Bhakti Sumekar optimistis ketiga prioritas ini akan memperkokoh posisi bank sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat. (ras)

Tinggalkan Balasan