6 Cakades Terpilih Meninggal Sebelum Dilantik, Begini Kata Bupati Bangkalan

Tak Berkategori

matamaduranews.comBANGKALAN-Sebanyak 6 Cakades Terpilih di Pilkades Serentak Bangkalan 2021 meninggal dunia sebelum dilantik bersamaan dengan 111 Kades di Pendopo Kabupaten Bangkalan Rabu 28 Juli lalu.

6 Cakades itu berasal dari Desa Buluh Kecamatan Socah, Kades Tegar Priyah Kecamatan Geger, Kades Kamal Kecamatan Kamal, Kades Sendang Laok Kecamatan Labang, Kades Makam Agung dan Kades Desa Cendagah Kecamatan Arosbaya.

Bupati Bangkalan, Ra Latif menjelaskan kekosongan Kades karena Cakades Terpilih meninggal sebelum dilantik itu tetap diisi Pj Kades yang diambil dari ASN kecamatan.

“Kades yang meninggal sebelum dilantik itu sudah diisi Pj Kades sebelum Pilkades digelar. Sekarang tak bisa melakukan PAW karena belum ada Kades yang dilantik.
Sehingga nanti akan diikutkan pada Pilkades tahun berikutnya dengan dipilih langsung oleh rakyat,” terang Bupati Ra Latif kepada wartawan Rabu usai pengambilan sumpah jabatan 111 Kades terpilih.

Dari informasi yang dihimpun Mata Madura,  6 Cakades Terpilih itu meninggal karena berbagai sebab.

Ada yang meninggal setelah terpapar Covid-19.  Ada yang meninggal dunia karena penyakit penyerta.

Bupati Ra Latif ikut mendoakan agar para Cakades Terpilih yang meninggal dunia itu mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.

Sekda Bangkalan Taufan Zairinsjah tak bisa menjelaskan penyebab kematian enam Cakades itu.

Sekda Taufan ikut mendoakan enam mendiang kades agar dapat tempat yang layak di sisi-Nya.

Seperti diketahui, Pelantikan Cakades Terpilih telah digelar pada Rabu 28 Juli lalu yang diwakili 18 Kades sebagai perwakilan kecamatan berada di lokasi pelantikan. Sisanya menjalani pelantikan virtual di Kantor Kecamatan.

Bupati Ra Latif  meminta para kades terpilih untuk menjalin komunikasi dengan masing-masing perangkat desa agar memahami tugas dan kewajiban sebagai kades.

Sumber daya yang ada di desa, baik sumber daya manusia dan sumber daya alam bisa dioptimalkan untuk penopang terwujudnya desa maju dan mandiri,” kata Ra Latif.

Ia juga meminta agar kades mempercepat pembangunan desa dengan program inovatif. Lupakan perbedaan politik, dan dapat merangkul semua pihak tanpa pandang bulu.

“Sebisa mungkin untuk turun ke lapangan agar semakin dekat sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jika itu yang dilakukan, maka bantuan serta program yang digagas akan tepat sasaran,” harapnya.

Syaiful, Mata Madura

Komentar