Berita

Abu Hasan Mencuat Dalam Bursa Calon Ketua DPC PKB Sumenep Hasil Muscab 2026

×

Abu Hasan Mencuat Dalam Bursa Calon Ketua DPC PKB Sumenep Hasil Muscab 2026

Sebarkan artikel ini
PKB Sumenep
Abu Hasan bersama Wabup Sumenep KH Imam Hasyim yang juga mantan Ketua DPC PKB Sumenep dua periode

matamaduranews.com SUMENEP — Nama Abu Hasan kembali mencuat dalam dinamika internal DPC PKB Sumenep. Ia menjadi salah satu dari sembilan kandidat yang masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Sumenep hasil Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 yang digelar di Hotel C1 Sumenep pada Minggu 5 April 2026.

Masuknya nama Abu Hasan dalam bursa calon ketua menjadi penanda bahwa konsistensinya selama ini tetap mendapat tempat di mata kader dan struktur partai. Abu Hasan tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi ia juga terus terlibat dalam aktivitas organisasi dan penguatan basis kader.

Bagi Abu Hasan, berjuang di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan sekadar urusan jabatan atau posisi politik. Lebih dari itu, perjuangan di PKB adalah soal pengabdian—sebuah ikhtiar panjang untuk merawat partai yang ia yakini sebagai warisan perjuangan para ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Komitmen itu bukan sekadar slogan. Abu Hasan membuktikannya dalam perjalanan politiknya yang tidak selalu mulus. Saat dirinya tidak terpilih sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, ia tidak mundur, apalagi berpaling dari partai yang telah lama menjadi rumah perjuangannya.

Sebaliknya, ia justru semakin menguatkan tekad. Baginya, setia kepada partai adalah bentuk kesungguhan dalam berkhidmat, bukan sekadar strategi untuk meraih kekuasaan.

BACA JUGA :  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

“Berjuang di PKB itu bukan soal jabatan. Ini soal pengabdian. Saya ingin berjuang dan mengabdi di PKB sampai mati,” ujar Abu Hasan dengan nada mantap.

Bagi Abu Hasan, loyalitas kepada partai adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. Bahkan, ia menegaskan tidak akan meninggalkan PKB, apa pun hasil dari proses politik yang sedang berjalan.

Abu Hasan menyatakan siap menerima keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB terkait siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Sumenep.

Sikap legowo, menurutnya, adalah bagian dari etika berorganisasi dan tradisi politik yang diajarkan para ulama.

“Saya akan tetap setia di PKB sampai mati. Siapa pun yang diputuskan DPP, saya akan hormati dan dukung,” tegasnya.

Di tengah dinamika politik yang sering kali diwarnai perpindahan partai atau manuver kepentingan, pilihan Abu Hasan untuk tetap bertahan menunjukkan satu hal: bahwa politik, bagi sebagian orang, masih bisa dimaknai sebagai jalan pengabdian.

Dan bagi Abu Hasan, jalan itu bernama kesetiaan. (a wahid)

Tinggalkan Balasan