Menu

Indonesia Darurat Asap, AMM UTM Bangkalan Gelar Aksi Solidaritas

Indonesia Darurat Asap, AMM UTM Bangkalan Gelar Aksi Solidaritas
Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) UTM Bangkalan gelar aksi solidaritas dan galang dana untuk korban kebakaran hutan di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. (Foto Syaiful/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan melakukan aksi solidaritas bertajuk Indonesia Darurat Asap, Muhammadiyah untuk Bangsa, Rabu (18/09/2019).

Aksi tersebut dilakukan dengan menggalang dana untuk para korban asap akibat kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Asmir Royhan, mahasiswa Teknik Informatika UTM yang juga mantan pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bangkalan menyebut aksi solidaritas dan penggalangan dana itu merupakan wujud kepedulian mahasiswa Muhammadiyah kepada saudara sebangsa.

“Kita mengajak semua kalangan untuk lebih aktif dalam merespon problem-problem demikian, memunculkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama, meskipun terpisah akan jarak,” kata Royhan pada Mata Madura.

Aksi solidaritas yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dilakukan dengan menyisir seluruh areal kampus UTM. Puluhan mahasiswa melakukan kampanye peduli lingkungan dan kemanusiaan sekaligus melakukan penggalangan dana untuk memberikan bantuan terhadap korban terdampak kasus kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bangkalan, Imroatul Khusna menegaskan, eksistensi AMM di UTM harus menjadi pembeda dan penggerak.

“Adanya AMM UTM harus berbeda dengan tidak adanya AMM UTM. Artinya, AMM UTM harus menjadi inisiator terhadap problem-problem substantif seperti ini serta peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Selain itu, Khusna juga meminta para mahasiswa muhammadiyah di UTM Bangkalan senantiasa berjuang dan bergerak serta berusaha memberikan sumbangsih bagi kepentingan nusa, bangsa dan agama.

“Kami bergerak untuk memberikan sumbangsih baik moral maupun materiel demi kepentingan kebersamaan bagi saudara kita bersama di Sumatera dan Kalimantan,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Khusna juga sekaligus menepis polemik atas pernyataan kontroversial Wakil Rektor III UTM, Agung Ali Fahmi, SH, MH bahwa kampus UTM adalah Universitas Tidak Muhammadiyah.

“Kami ada untuk mewarnai keberagaman tanpa kebencian,” pungkasnya.

Syaiful, Mata Bangkalan

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: