matamaduranews.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi pengawasan digital bernama “Jaga Dapur” untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aplikasi ini memberi ruang kepada masyarakat untuk melaporkan kualitas makanan, distribusi menu, hingga dugaan penyimpangan anggaran secara langsung melalui sistem digital bernama Jaga Dapur.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro sebagai proyek percontohan (pilot project) pada Rabu, 1 April 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis yang melibatkan anggaran besar dan menjangkau masyarakat luas.
Aplikasi “Jaga Dapur” dirancang sebagai sistem pengawasan partisipatif yang memungkinkan masyarakat ikut memantau kualitas makanan, distribusi bahan pangan, serta penggunaan anggaran dalam program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) menegaskan bahwa pengawasan terhadap program MBG harus dilakukan secara ketat, transparan, dan melibatkan masyarakat agar tidak terjadi penyimpangan.
“Program makan bergizi gratis melibatkan anggaran besar dan menyasar masyarakat luas. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara sistematis dan partisipatif,” ujarnya dalam peluncuran aplikasi tersebut.
Masyarakat Bisa Laporkan Masalah Secara Langsung
Melalui aplikasi “Jaga Dapur”, masyarakat dapat melaporkan berbagai temuan di lapangan, antara lain:
Kualitas makanan yang tidak layak
Menu yang tidak sesuai standar gizi
Distribusi makanan yang terlambat
Dugaan penyimpangan anggaran
Laporan dapat disertai foto atau video sebagai bukti pendukung, sehingga memudahkan proses verifikasi oleh petugas terkait.
Selain masyarakat, pengawasan juga melibatkan berbagai pihak di tingkat desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berperan memverifikasi laporan dari satuan pelayanan gizi.
Sistem ini diharapkan menjadi mekanisme pengawasan berlapis untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pilot Project di Tuban dan Bojonegoro
Kabupaten Tuban dan Bojonegoro dipilih sebagai daerah percontohan implementasi aplikasi “Jaga Dapur”. Kedua daerah tersebut dinilai siap secara infrastruktur dan kelembagaan untuk menerapkan sistem pengawasan digital dalam program makan bergizi gratis.
Ke depan, aplikasi ini direncanakan akan diperluas ke daerah lain di Jawa Timur dan seluruh Indonesia seiring dengan perluasan program MBG.
Pemerintah menilai penggunaan teknologi digital dalam pengawasan program sosial menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Dorong Transparansi dan Cegah Korupsi Program Sosial
Peluncuran aplikasi “Jaga Dapur” menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola program sosial berbasis teknologi. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai instrumen pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas layanan publik.
Dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, diharapkan potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Program makan bergizi gratis sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. (ras)






