Minta Uang Tak Diberi, Seorang Anak di Bangkalan Tembak Ibu Kandungnya

Mata Madura - 12/10/2021
Minta Uang Tak Diberi, Seorang Anak di Bangkalan Tembak Ibu Kandungnya
Ilustrasi - (Istimewa/Mata Madura)
Penulis
|
Editor Hambali
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Gegara tidak diberi uang. Seorang anak di Bangkalan, insial RS nekat menembak ibu kandungnya sendiri, Sulastri.

Aksi itu dilakukan RS di rumahnya, beralamat Kampung Kidul Dalam, Kelurahan Kraton, Kota Bangkalan, Madura pada, Sabtu (9/10/2021) pukul 19.00 WIB malam.

Informasi yang dihimpun Mata Madura, menyebut, RS minta uang kepada ibunya untuk keperluan sesuatu.

Lantaran tidak diberi, RS kalap. RS langsung menodongkan senjata api ke arah ibu kandungnya. Kemudian, melepaskan tembakan dari arah belakang dan mengenai kepala ibunya.

Sang ibu tak sadarkan diri.

Saksi mata saat kejadian itu bernama Pak Enno, sebagai tetangga korban.

Pak Enno bercerita, RS anak Sulastri sejak sore meminta uang kepada ibunya.

Permintaan RS tak segera dituruti oleh Sulastri. Maklum kondisi keuangan sang ibu  pas-pasan lantaran kesehariannya hanya menjual rongsok barang bekas alias pemulung.

“Kondisi keuangan waktu itu tidak ada. Permintaan anak tak dituruti, karena tidak segera dituruti kemauannya. RS langsung mengambil senapan anginnya yang berada dalam kamar lalu menembakkan pada ibunya,” cerita Pak Enno kepada Mata Madura.

Kata Pak Enno, saat kejadian Ibu Sulastri  sedang mencuci piring di halaman rumahnya.

Saat itu, RS langsung menembak korban dari belakang hingga mengenai kepala.

Spontan korban menjerit dan tergeletak sambil meminta tolong kepada tetangganya.

Pak Enno yang mendengar jeritan Ibu Sulastri langsung menghampirinya.

Melihat Ibu Sulastri tergeletak dan darah berceceran. Spontan Pak Enno membopong ke dalam rumahnya.

Pak Enno terkejut setelah melihat luka di kepala bagian belakang Ibu Sulastri dengan darah terus mengucur.

“Saya sangat kaget setelah darah keluar dari kepala korban dengan luka sebesar filter rokok,” tambah Pak Enno, Senin (11/10/2021).

Melihat korban tidak sadarkan diri, Pak Enno langsung membawanya ke bidan terdekat.

Namun si bidan menganjurkan untuk segera dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Kondisinya korban sangat mengkhawatirkan bahkan tidak sadarkan diri alias kritis. Kami menjenguk korban pada hari minggu (9/10/2021) pukul 17.00 WIB korban belum sempat dilakukan operasi, sedangkan hasil rongent pelurunya masih ada didalam kepala korban,” pungkas pak Enno.

Pengakuan senada disampaikan Ketua RT Kampung Kidul Dalam, Abdurrahman.

Pak RT membenarkan kejadian yang menimpa Ibu Sulastri.

“Saat kejadian, kami langsung mendatangi korban saat itu,” ucap Abdurahman.

Informasi yang didapat Mata Madura dari warga sekitar menjelaskan, bahwa RS sering kali meminta uang kepada ibunya.

Besarannya mulai Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta. Padahal, RS masih duduk di bangku SMA kelas 3.

Tinggalkan Komentar

Terkini

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

Hukum & Kriminal   Sumenep
Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Covid-19   Headline   Sumenep
Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Kesehatan   Sumenep
Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Budaya   Sumenep
Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Peristiwa   Sumenep
Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Sumenep
Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya SumenepHari Jadi Sumenep ke 752

Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya Sumenep
Hari Jadi Sumenep ke 752

Sumenep
Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Kesehatan   Sumenep
Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Headline   Pilkades   Sumenep
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Headline   Hukum & Kriminal   Lintas Daerah
Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Pilkades   Sumenep
Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar Sumenep 

Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar Sumenep 

Kesehatan   Sumenep
Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

BPRS   Pendidikan   Sumenep
Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021
Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Event   Sumenep
Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021Satu-satunya dari Madura

Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021
Satu-satunya dari Madura

Headline   Nasional   Olahraga
Close Ads X
--> -->