Menu

Puasa Ramadhan dalam Keikhlasan

Puasa Ramadhan dalam Keikhlasan
Ilustrasi. (Istimewa)

matamaduranews.com-Subhanallahu….Hari ini hari ke 29 kita menikmati ibadah saum Ramadhan dengan penuh keikhlasan.

Ini merupakan upaya untuk menguatkan dominasi energi positif dalam tubuh, agar memunculkan kecenderungan terhadap perilaku positif, yang pada gilirannya melahirkan nilai ibadah yang berkualitas di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hamba Allah yang bertaqwa merupakan sosok yang memiliki orientasi perbaikan kualitas diri dari waktu ke waktu sehingga akan terus melahirkan berbagai output positif dari rangkaian amal salehnya.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dirinya bakal menonton (balasan)nya. Serta barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dirinya bakal menonton (balasan)nya pula.”
(QS.Al Zalzalah: 7-8)

Dan betapa indah kita sebagai manusia apabila sampai akhir hayat, kita dapat meninggalkan sifat positif yaitu sifat tawadu’, rendah hati, sabar ,diam, ikhlas, merasa diri rendah hina dan lemah dihadapan Sang Khalik, dan tiada merasa lebih baik dibandingkan dengan manusia lainnya, maka itulah sebenar-benarnya yang di kasihi Allah Ta’ala

“Dan berbuat baiklah, sebab Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al Baqarah: 195)

Marilah kita sekarang ini berdoa dan bertobat, sekaligus membuat komitmen baru untuk menjalani hidup ini dengan lebih berarti.

Puasa dapat dipandang sebagai bentuk pengabdian yang tulus dari seorang hamba kepada Rabbnya. Puasa tidak hanya terkait dengan rasa lapar, dan seorang yang beragama mesti memandang bahwa jiwa dan hati yang bersih mengungguli tubuh dalam segala hal.

Ibadah puasa yang merupakan kewajiban dalam bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai penambah keimanan umat Muslim semua dan akan dibalas oleh Allah Azza wa Jalla.

Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Ya Ramadhan, kehadiranmu sungguh selalu membawa makna spesial bagi kami, meski aliran ion-ion dalam tubuh melemah, namun semangat kami tetap bangkit dengan magnetik amal kebaikan

Allaahummaj’al sa’yii fiihi masykuuran wa dzanbii fiihi maghfuuran wa ‘amalii fiihi maqbuulan wa ‘aybii fiihi mastuuran yaa asma’as saami’iina

Artinya : ”Ya Allah, jadikanlah setiap langkah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar”.

Oleh: Ferry Is Mirza Wartawan Utama, Pengurus PWI Jawa Timur.

sumber: kempalan

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: