Berita Utama

Sapudi Krisis Listrik, Pemuda di Jakarta Minta HCML Hibahkan PLTS

×

Sapudi Krisis Listrik, Pemuda di Jakarta Minta HCML Hibahkan PLTS

Sebarkan artikel ini
Nanang Wahyudi
Nanang Wahyudi menyayangkan belum adanya perhatian dari perusahaan migas HCML terhadap krisis listrik yang masih dialami masyarakat Sapudi, yang hingga kini bergantung pada mesin diesel milik PLN.

matamaduranews.com— SUMENEP
Seorang pemuda asal Pulau Sapudi, Nanang Wahyudi, yang saat ini berdomisili di Jakarta, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi krisis energi listrik yang masih dialami masyarakat di Pulau Sapudi. Ia menilai, keberadaan perusahaan migas HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) yang beroperasi di perairan sekitar Sapudi belum memberikan dampak signifikan bagi kebutuhan energi warga setempat.

Menurut Nanang, hingga saat ini sebagian wilayah di Pulau Sapudi masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel milik PLN, yang dinilai tidak efisien dan sering mengalami keterbatasan pasokan listrik. Kondisi tersebut membuat masyarakat belum menikmati layanan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

“Kami menyayangkan belum adanya perhatian serius dari perusahaan migas yang berproduksi di sekitar wilayah Sapudi. Seharusnya ada kontribusi nyata, misalnya melalui hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu masyarakat yang selama ini masih mengalami krisis listrik,” ujar Nanang Wahyudi dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Yudik-panggilan akrab Nanang Wahyudi menegaskan bahwa Pulau Sapudi merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep yang memiliki tantangan geografis cukup berat dalam penyediaan energi listrik. Ketergantungan pada mesin diesel tidak hanya berdampak pada biaya operasional yang tinggi, tetapi juga berisiko terhadap keberlanjutan energi di masa depan.

BACA JUGA :  Jumat Lusa, Bupati Syafii Isi Pejabat Eselon SO Baru. Sebagian Pejabat Gelisah

Lanjut Yudik menilai, sebagai perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam di wilayah sekitar Sapudi, HCML memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses energi listrik yang ramah lingkungan.

“PLTS adalah solusi yang realistis untuk wilayah kepulauan seperti Sapudi. Selain ramah lingkungan, juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel,” tambahnya.

Yudik berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan dapat duduk bersama untuk mencari solusi konkret terkait kebutuhan energi masyarakat Sapudi, termasuk kemungkinan pembangunan atau hibah fasilitas energi terbarukan.

Konteks Masalah: Sapudi dan Ketergantungan pada Diesel

Pulau Sapudi selama ini dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan akses energi listrik yang masih terbatas. Penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi solusi utama, namun memiliki sejumlah kendala, antara lain:

Biaya operasional tinggi

Ketergantungan pada pasokan BBM

Risiko pemadaman listrik

Dampak lingkungan

Karena itu, pengembangan PLTS komunal atau energi terbarukan berbasis pulau dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kemandirian energi di wilayah kepulauan.

Isu ini juga menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam konteks pemerataan pembangunan dan keadilan energi bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. (ras)

Tinggalkan Balasan