matamaduranews.com Jakarta – Ketua Umum Surya Paloh disebut bertemu empat mata dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan Februari 2026. Pertemuan tersebut memunculkan gagasan besar: menggabungkan Partai Gerindra dengan Partai NasDem.
Informasi ini terungkap dalam laporan utama Majalah Tempo edisi pekan ini yang menyoroti dinamika politik nasional pasca-Pemilu 2024.
Menurut laporan tersebut, jika penyatuan dua partai itu benar-benar terwujud, kekuatan politik baru yang terbentuk akan sangat signifikan. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, gabungan suara kedua partai diperkirakan mencapai hampir 35 juta suara nasional, atau sekitar 23 persen dari total suara pemilih.
Pengaruh Politik dan Dinamika Internal
Majalah Tempo juga menyoroti bahwa pengaruh politik Surya Paloh disebut mengalami penurunan sejak Partai NasDem berada di luar lingkar pemerintahan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada keterbatasan akses kekuasaan yang sebelumnya menopang berbagai lini bisnis yang terafiliasi dengannya, termasuk sektor media, pertambangan, dan jasa katering.
Di sisi lain, dinamika internal partai juga disebut menguat. Sejumlah kader kunci dikabarkan berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia, sementara kader yang bertahan mulai melakukan manuver politik dan membicarakan kemungkinan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
Motif dan Peluang Realisasi
Laporan utama Tempo menilai gagasan penyatuan Partai Gerindra dan Partai NasDem tidak sekadar soal elektoral, tetapi juga terkait strategi konsolidasi kekuatan politik di tingkat nasional.
Namun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua partai terkait kemungkinan merger tersebut. Sejumlah pengamat menilai wacana ini masih berada pada tahap awal dan membutuhkan proses politik yang panjang, termasuk kesepakatan struktur, ideologi, dan kepentingan elite partai.
Akankah penyatuan Gerindra dan NasDem benar-benar terwujud?
Pertanyaan itu menjadi sorotan utama dalam dinamika politik nasional menjelang konsolidasi kekuatan partai menuju Pemilu berikutnya.
Sumber: Majalah Tempo / tempo.co (Edisi Mingguan)






