Menu

Kadiskoperasi Sarankan Peserta Wirausaha Muda Bentuk Koperasi

  Dibaca : 47 kali
Kadiskoperasi Sarankan Peserta Wirausaha Muda Bentuk Koperasi
FASILITASI ALAT: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep Imam Trisnohadi menyerahkan alat tata rias kepada salah satu peserta Wirausaha Muda Tahun 2017. (Foto Rusydiyono Mata Madura)

Melihat program Wirausaha Muda Tahun 2017 sudah mencapai puncak, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep merasa perlu member masukan. Koperasi disarankan jadi media penguatan modal.

MataMaduraNews.com – SUMENEP – Program Wirausaha Muda Tahun 2017 kini sudah mencapai puncak. Dari peserta yang ada, selain dibekali pengetahuan juga sudah diberi alat untuk berbisnis. Maka sebagai penyangga bisnis, modal menjadi hal penting dibicarakan. Karenanya, membentuk koperasi dianggap sebagai solusi penguat modal dalam pengembangan usahanya nanti.

Sebagai salah satu program unggulan pasangan Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi, mencetak 5000 wirusahawan muda menjadi perhatian khusus bagi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Imam trisnohadi. Dari sekian OPD terkait, Diskop dan UM selama ini getol melakukan pendampingan pelatihan bagi calon wirausahawan muda. Hal itu dilakukan, kata Kadiskop dan UM Imam Trisnohadi supaya pelaksanaannya maksimal dan menghasilkan out put yang benar-benar bermental pengusaha. ”Sehingga, pasca pelatihan nantinya mereka yang sudah digodok dan digembleng selama beberapa hari bisa menjadi pengusaha sungguhan dengan segala kesiapan pengetahuan serta pengalaman selama masa pelatihan,” katanya suatu ketika usai memberi materi pelatihan.

Berhubung pelatihan wirausahawan muda yang dikelola Pusat Inkubator Wirausaha STKIP Sumenep (PIWS) untuk angkatan 2017 tersebut sudah memasuki tahap akhir, Imam berkomitmen akan terus memonitor. Ia beralasan supaya kualitas materi dan peraktik di lapangan terjamin sebagaimana pelatihan yang sudah final dilaksanakan.
Selama ini, ketika mengunjungi stan-stan PIWS setiap kali ikut pameran atau menggelar ekspo, Imam tiada henti bertanya kepada peserta. Mulai dari respon terhadap program mencetak wirausaha muda, hingga alasan memilih jenis pelatihan. Tidak hanya itu, Kadis energik tersebut selalu memotivasi peserta pelatihan agar maksimal dan memiliki keinginan tinggi mengembangkan usaha setelah ikut pelatihan.

Seperti Jumat, 22 Desember lalu misalnya _ketika Imam menghadiri Bazar produk dan Dialog yang digelar di sekretariat PIWS, Imam mengatakan para peserta tahun 2017 akan segera diberi bantuan peralatan. Sementara itu, Imam juga menginginkan agar para peserta melakukan strategi penguatan modal.

”Pantauan ini akan terus kita lakukan selama pelaksanaan pelatihan, dengan tujuan agar terkendali sehingga hasilnya jelas,” terangnya.

Karena itu, Imam berharap kepada para peserta terutama untuk angkatan 2017 ini agar fokus dan serius mengembangkan usaha sesuai dengan arahan dan gemblengan selama dilatih oleh pihak PIWS. Sehingga, semua peserta dapat mengembangkan dan menjalankan usahanya masing-masing sesuai dengan minat dan jenis pelatihan yang diikuti selama ini.

BERI ARAHAN: Kadiskoperasi dan UM Sumenep Imam Trisnohadi memberikan arahan pada peserta Wirausaha Muda Sumenep dalam Expo Wirausaha Muda Sumenep Tahun 2017 di Sekretariat PIWS. (Foto Rusydiyono Mata Madura)

BERI ARAHAN: Kadiskoperasi dan UM Sumenep Imam Trisnohadi memberikan arahan pada peserta Wirausaha Muda Sumenep dalam Expo Wirausaha Muda Sumenep Tahun 2017 di Sekretariat PIWS. (Foto Rusydiyono Mata Madura)

Mantan Kadiskominfo tersebut juga meminta para peserta tak perlu cemas soal modal. Nantinya para peserta pelatihan akan diberi bantuan yang bisa mendukung kelancaran usaha yang dijalankan. Tentu saja, bantuan akan diberikan sesuai dengan aturan dalam program mencetak wirausaha muda. Imam memastikan, apabila program Bupati Busyro Karim dan Wabup Fauzi dalam mencetak calon pengusaha sukses, maka dengan sendirinya angka pengangguran di Bumi Sumekar akan semakin berkurang. Sehingga, kesejahteraan masyarakat semakin terasa karena imbas dari program tersebut.

”Kami berharap, ikut pelatihan bukan tujuan akhir. Tapi, harus dikembangkan lagi sesuai jenis pelatihannya. Misalnya, tata rias, semoga ada ahli tata rias di Sumenep yang dilahirkan dari PIWS. Termasuk pelatihan jenis produk unggulan, semoga nantinya bisa membangun perusahaan secara mandiri,” tegasnya.

Berhubung acara bazar produk dan dialog tersebut merupakan acara puncak untuk tahun 2017, maka sebagai saran pasti dari Imam menginginkan kelompok usaha yang ada agar membentuk koperasi. Karena dengan koperasi, selain bisa merekatkan hubungan semenjak di pelatihan hingga pengembahan usaha, juga sebagai strategi penguatan modal.

”Bentuk koperasi, supaya ada penguatan modal setelah mengembangkan usaha,” pesannya.

Selain penguatan modal, Imam juga mengharap agar OPD terkait juga terus memberikan pendampingan dan evaluasi. Terutama mengenai kualitas produk yang akan dipasarkan. Sehingga dalam perjalanannya, mereka para peserta pelatihan wirausaha muda yang mulai belajar menjadi pengusaha tidak seperti anak ayam yang ditinggal induknya.

”Ayo bersama-sama lakukan monitoring, dan jangan lupa selain kualitas produk juga tidak kalah penting kemasan harus diperhatikan,” tegasnya.

| rusydiyono/*

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kategori Pilihan

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional