Menu

Ada Kolam Retensi dan Pompa Air, Perumahan Satelit-Asabri Masih Terendam Banjir

Ada Kolam Retensi dan Pompa Air, Perumahan Satelit-Asabri Masih Terendam Banjir
Banjir di akses jalan penghubung Perumahan Satelit dan Perumahan Bapertarum setinggi betis orang dewasa pada Rabu malam. Suasana sepi seperti tanpa penghuni.(matamadura.hambali)

matamaduranews.comSUMENEP-Hujan lebat mengguyur Kabupaten Sumenep, sejak Selasa dan Rabu siang (6/1/2021) membuat air sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Banjir yang masih menggenangi rumah warga hingga Rabu malam yaitu, bagian selatan Perumahan Satelit, Desa Pabian Kecamatan Kota.

Perumahan Asabri, Perumahan Pesona Satelit dan Perumahan Bapertarum yang masuk Desa Kolor, Sumenep juga tak luput dari rendaman banjir.

Dari pengamatan Mata Madura, akses masuk perumahan Asabri-Perum Satelit pada Rabu sore ditutup karena air banjir setinggi betis orang dewasa.

Kolam retensi dilengkapi mesin pompa air yang berlokasi di area Perumahan Satelit tak mampu mengurangi debit banjir yang masuk ke rumah warga sejak Rabu sore.

Mesin pompa terus mengaung. Tapi banjir tetap masuk ke kamar-kamar rumah warga perumahan.

Jalan-jalan perumahan terlihat sepi seperti tanpa penghuni.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat ada empat kecamatan yang terdampak banjir. Yaitu, Kecamatan Lenteng, Batuan, Bluto dan Kecamatan Kota Sumenep.

Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengatakan, banjir itu akibat intensitas hujan tinggi. Sehingga air sungai meluap ke samping.

“Daerah itu di antaranya, Desa Cangkreng, Sendir (Lenteng), Desa Babbalan, Torbang (Batuan), Kali Marengan Daya dan sepanjang jalan A. Yani Kecamatan Kota, serta Aeng Baja Kenek, di Kecamatan Bluto,” kata Abd Rahman Riadi saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).

Data yang telah diterima BPBD Sumenep, ada 33 keluarga terdampak banjir di Desa Patean, dan 32 keluarga berada di Desa Nambakor.

Sedangkan kondisi air menggenang jalan pada Selasa (5/1/2021) adalah di Jalan Trunojoyo tepatnya depan kantor Dispendukcapil dan jalan Basuki Rahmat.

Kemudian di jalan Adirasa dan MH Thamrin serta di jalan dr. Cipto atau area pintu masuk Kantor Bupati Sumenep.

Akibatnya, jalan-jalan tersebut di atas susah dilintasi kendaraan bermotor lantaran ketinggian air antara setumit orang dewasa hingga mencapai 50 centi meter.

hambali rasidi

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: