Menu

DPMD Sumenep Dorong Semua Pihak Serius Jalankan Program DD

DPMD Sumenep Dorong Semua Pihak Serius Jalankan Program DD
Bupati Busyro ketika memberikan sambutan pada kegiatan Rakor TPID Kabupaten Sumenep Tahun 2019. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.com-SUMENEP-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendorong Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Pendamping Desa agar maksimal membantu susun program Dana Desa (DD) proporsional.

Salah satu bentuk dorongan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, yaitu dengan cara mengadakan rapat koordinasi, Kamis (08/08/2019) bertempat di hotel Utami.

Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli menjelaskan, rapat koordinasi itu dilakukan bertujuan untuk mendorong TPID dan Pendamping Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya, khususnya dalam hal membantu penyusunan program Dana Desa supaya lebih berkualitas, efektif dan efisien.

Keberadaan TPID dan Pendamping Desa, kata mantan Kadis Sosial tersebut, diharapkan nantinya benar-benar bisa memperhatikan pemanfaatan anggaran Dana Desa yang inovatif.

“Mereka juga diharapkan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa sekaligus merumuskan langkah-langkah masalah dan pengendalian inovasi desa,” terang Ramli, yang juga mantan Camat Batang-Batang.

Bersamaan dengan itu, Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim, yang hadir pada pembukaan rakor tersebut mengungkapkan bahwa peran dan wewenang desa semakin kuat dengan adanya program anggaran Dana Desa.

Makanya, hal tersebut membutuhkan berbagai inovasi demi meningkatkan kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi desa. Karenanya, TPID dan Pendamping Desa harus membantu merumuskan perencanaan pembangunan desa supaya lebih efektif dan efesien. Terlebih pada pemberdayaan potensi masing-masing desa.

“Karena setiap desa memiliki potensi lokal yang berbeda, tentu saja program pembangunannya jelas berbeda antara desa yang satu dengan Desa lainnya,” ujarnya.

Suami Nurfitriana itu mengungkapkan, manakala program anggaran DD sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa, tentu berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Untuk itu, Bupati Busyro meminta TPID dan Pendamping Desa supaya mengerahkan masyarakat agar lebih kreatif dan inovatif. Karena kreativitas masyarakat sangat dibutuhkan guna menyukseskan program anggaran Dana Desa.

“Saya berharap jangan sampai semua desa di satu kecamatan memiliki program yang sama, semisal fokus membangun gapura. Padahal, masih banyak program lokal lainnya untuk membangun desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” harap dia.

Rusydiyono, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional