Eks Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka Gratifikasi dan Pencucian Uang

Mata Madura - 13/10/2021
Eks Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka Gratifikasi dan Pencucian Uang
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin,  - (tadatodays)
Penulis
|
Editor Hambali
Link Banner

matamaduranews.comEks Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin menjadi tersangka pencucian uang dan gratifikasi.

Penetapan tersangka baru itu disampaikan KPK setelah pengembangan dari kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan atau jual beli jabatan penjabat kepala desa (Pj Kades) di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Dalam perkara ini, setelah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, tim penyidik melakukan pengembangan perkara khusus untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari) dan tersangka HA (Hasan Aminuddin) dengan kembali menetapkan kedua tersangka tersebut dengan dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan TPPU (tindak pidana pencucian uang),” terang Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021), seperti dikutip beritasatu.com.

Setelah penetapan tersangka baru itu, tim penyidik KPK langsung mengusut gratifikasi dan pencucian uang yang diduga dilakukan pasangan suami istri tersebut.

Tim penyidik KPK memeriksa sejumlah saksi. Ada 17 saksi yang terdiri dari notaris, mantan anggota DPRD, pihak swasta hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo, Soeparwiyono pada Sabtu (9/10/2021) dan Senin (11/10/2021) di Mapolres Probolinggo.

“Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dan kepemilikan aset dari tersangka PTS dan tersangka HA,” terang Ali Fikri.

Pemeriksaan para saksi tersebut dilanjutkan pada Selasa (12/10/2021) kemarin. Terdapat 11 saksi yang diperiksa seperti Taupik Alami, Kepala Dinas Perhubungan; Hengki Cahjo Saputra, Kadis PUPR,; Ugas Irwanto, Kepala Bakesangpol hingga sejumlah notaris dan pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo lainnya.

Belum juga diketahui secara pasti materi yang didalami oleh para penyidik saat sedang memeriksa para saksi kemarin. Namun, para saksi itu diduga dicecar penyidik mengenai penerimaan uang dan aset-aset yang dimiliki oleh Puput dan Hasan.

Sebelumnya KPK juga menetapkan Puput dan Hasan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan atau jual beli jabatan penjabat kepala desa (kades) di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

Tak cuman pasangan suami istri itu, dalam kasus tersebut. KPK juga menjerat 20 orang lainnya sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif Puput, Hasan dan delapan orang lainnya yang dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (30/8/2021) pagi.

Dalam kasus ini, Puput dan Hasan mematok tarif Rp 20 juta untuk aparatur sipil negara (ASN) yang ingin menjadi pejabat kepala desa. Tak hanya uang Rp 20 juta para calon pejabat kepala desa juga wajib memberikan upeti dalam bentuk penyewaan tanah ke kas desa dengan tarif Rp 5 juta per hektare. (akbar danis)

Tinggalkan Komentar

Terkini

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

Hukum & Kriminal   Sumenep
Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Covid-19   Headline   Sumenep
Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Kesehatan   Sumenep
Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Budaya   Sumenep
Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Peristiwa   Sumenep
Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Sumenep
Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya SumenepHari Jadi Sumenep ke 752

Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya Sumenep
Hari Jadi Sumenep ke 752

Sumenep
Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Kesehatan   Sumenep
Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Headline   Pilkades   Sumenep
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Headline   Hukum & Kriminal   Lintas Daerah
Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Pilkades   Sumenep
Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar SumenepĀ 

Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar SumenepĀ 

Kesehatan   Sumenep
Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

BPRS   Pendidikan   Sumenep
Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021
Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Event   Sumenep
Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021Satu-satunya dari Madura

Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021
Satu-satunya dari Madura

Headline   Nasional   Olahraga
Close Ads X
--> -->