Menu

Manjakan Nasabah, BPRS Bhakti Sumekar Siapkan ATM Bersama

Manjakan Nasabah, BPRS Bhakti Sumekar Siapkan ATM Bersama
Hairil Fajar, Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar. (Foto Rafiqi/Mata Madura)

matamaduranews.comSUMENEP-Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep terus berinovasi guna manjakan nasabah. Kali ini sedang mempersiapkan layanan ATM Bersama.

Selama ini BPRS Bhakti Sumekar sudah memiliki 33 Unit mesin ATM, yang 27 di daratan, termasuk Pamekasan dan Jember. Adapun 6 unit mesin ATM lainnya berada di wilayah kepulauan Sumenep.

Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Hairul Fajar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Program baru yang saat ini sedang dipersiapkan pihaknya adalah layanan ATM Bersama.

Program tersebut telah diproses BPRS Bhakti Sumekar sejak tahun lalu. Bank Indonesia (BI) telah meminta beberapa persyaratan yang sebelumnya belum lengkap.

“Sebenarnya targetnya 2020, namun karena dokumen yang diminta oleh BI belum memenuhi syarat harus ditambah, maka kita tambah. Mudah-mudahan di tahun 2021 bisa terealisasi ATM bersama,” ungkap Fajar, Senin (10/05/2021) pagi.

Dirop BPRS Bhakti Sumekar itu mengatakan, saat ini pihaknya menunggu keluarnya izin dari BI. Setelah izinnya keluar, layanan ATM Bersama tersebut akan diluncurkan.

“Setelah keluar izinnya, akan kami luncurkan. Sehingga, nasabah BPRS Bhakti Sumekar bisa transaksi di mana saja,” imbuhnya.

Inovasi BPRS Bhakti Sumekar selama ini sejalan dengan apresiasi dari semua pihak. Terbukti, nasabah bank pelat merah ini terus meningkat dari waktu ke waktu.

Apalagi semenjak Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan kesempatan BPRS Bhakti Sumekar sebagai kantor bayar gaji maupun tambahan penghasilan lainnya.

“Angka keragaannya terlihat bertambah. Kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ujar Fajar.

Kendati demikian, di tengah pandemi Covid-19, target yang harus dicapai BPRS Bhakti Sumekar cukup berat. Sebab, usaha masyarakat menurun, terutama pedagang kaki lima (PKL) di pasar, sehingga menyisihkan untuk menabung berkurang.

“Kemudian sejak PJJ (pembelajaran jarak jauh) juga menyebabkan tabungan siswa juga berkurang. Pandemi ini sangat berpengaruh,” pungkas Fajar.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: