Menu

Mengenal Produk Unggulan Pulau Sapeken yang Laris di Bali

Mengenal Produk Unggulan Pulau Sapeken yang Laris di Bali
Tas Rebana diserbu pembeli saat Safari Kepulauan Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal terdiri dari gugusan pulau-pulau. Lebih dari itu, pulau yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini rupanya memiliki sejumlah produk unggulan yang bernilai rupiah.

Salah satu produk unggulan kepulauan Sumenep tersebut berupa Tas Rebana. Diberi nama demikian, karena bentuknya yang unik menyerupai alat musik khas Timur Tengah itu.

Tas Rebana ini merupakan produk masyarakat Pulau Sapeken. Di mana bahan dasarnya menggunakan daun Kobal yang sudah dipintal. Selain bahan lokal itu, Tas Rebana dibuat dengan bahan campuran benang dan kulit sebagai talinya.

Sehingga selain elegan, Tas Rebana terbilang produk ramah lingkungan, karena berbahan dasar dari tumbuh-tumbuhan lokal.

Bahri (45) pengrajin Tas Rebana di Pulau Sapeken menjelaskan, usaha kerajinannya itu sudah dimulai sejak tahun 1998.

Sebelum akhirnya menjadi home industri yang menggiurkan, membuat tas tersebut hanya dilakukan perorangan. Itupun belum maksimal, semacam kegiatan waktu lowong.

“Lama kelamaan akhirnya berkembang sampai akhirnya laku di pasaran,” papar Bahri, Kamis malam (17/09/2020) ketika ditemui Mata Madura di stan tempat memasarkan produk unggulannya itu.

Selain dijual langsung di Pulau Sapeken, Tas Rebana juga sudah merambah pasar di Bali. Di Pulau Dewata sana, kata Bahri sudah ada pengepul yang memborong produk unggulan dari kepulauan Sumenep ini.

Walaupun harganya tidak terlalu mahal, yakni kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, tetapi volume penjualannya lumayan tinggi.

“Setiap bulan ada ribuan tas yang kami kirim ke sana, tetapi sejak pandemi virus Corona pengiriman barang mulai menurun,” tuturnya.

Kendati dimulai dengan maksud mengisi waktu senggang, seiring berjalannya waktu, usaha Bahri yang mengandalkan bahan lokal ramah lingkungan itu terus berkembang.

Tidak hanya membuat Tas Rebana, Bahri sudah memproduksi berbagai jenis barang, seperti Tirai, Ayunan, Topi, dan beberapa jenis produk lainnya dari bahan lokal.

“Bahannya sama,” aku Bahri saat itu.

Ia mengaku bersyukur dengan perkembangan usaha kerajinannya. Selain bisa mencukupi kebutuhan keluarga, berkat usahanya itu Bahri juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitar.

“Bahan dasarnya pun kita beli kepada masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Bahri juga menaruh harap, agar usahanya itu mendapat dukungan dari semua pihak, baik pemerintah ataupun masyarakat umum lainnya. Sehingga, produk lokal bertahan dan bersaing dengan produk daerah lain.

“Selain membeli, kami berharap dibantu promosi, sehingga produk kami yang berada di kepulauan ini bisa dikenal masyarakat luas,” harap warga Sapeken itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra mengatakan, di Pulau Sapeken sudah dibentuk Paguyuban Industri Kecil Menengah (IKM).

Tujuannya untuk memberikan pembinaan supaya usaha yang digeluti masyarakat bisa bertahan dan terus berkembang.

“Kita pasti mendukung setiap usaha masyarakat, karena hal itu adalah embrio kesejahteraan,” tegas Agus.

“Karena itu, ayo kita cintai produk lokal. Hanya dengan begitu, usaha saudara kita bisa berkembang,” pesannya.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: