Pilkada Sumenep 2020; Ada Pesantren & Migas. Siapa Vote Getter?

Pubik bertanya, masihkah figur yang berasal dari pesantren tetap menjabat Bupati Sumenep di Pilkada 2020?

Pertanyaan publik itu hal wajar setelah melihat fenomena dinamika pemilu; Pileg dan Pilkada. Masyarakat dihadapakan sebuah pilihan langsung; antara kepentingan sesaat dan seruan moral dari figur panutan.

Mayoritas masyarakat Sumenep masih religius dan berorganisasi NU. Dan selama empat periode pasca reformasi 1999, Bupati Sumenep terus dijabat figure dari pesantren.

Sisi lain, kepentingan politik momentum Pilkada bukan sekedar gawenya orang Sumenep.

Menurut sejumlah pengamat, ada campur tangan orang luar Sumenep. Mereka ingin terlibat menikmati bisnis Migas yang berlimpah ruah di Sumenep.

Fenomen ini bakal diulas Mata Madura versi cetak. Redaksi menyuguhkan berbagai kajian lapangan dan pandangan pengamat politik dari UGM dan UINSA.

Pengamat politik UGM menjelaskan duduk perkara, adagium Bupa’ Babu’ Guru Rato yang selalu menjadi kata kunci penggerak suara (vote getter) jelang momentum politik.

Sedangkan pengamat dari UINSA menjelaskan geopolitaka NU juga memiliki sejarah perpolitikan antara NU dan Kiai. Sehingga, katanya, bisa menjadi refrensi dalam memetakan arus politik di Sumenep.

BACA JUGA :  Ini Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019

Kajian lapangan, redaksi mengulas sepintas keberadaan sejumlah sumur Migas di Sumenep yang menjadi magnet para elit Jakarta dan Surabaya untuk terlibat aktif di Pilkada Sumenep.Figure Pilkada Sumenep 2020

Kajian ini, pembaca bisa menyimpulkan sendiri siapa  vote getter alias penggerak suara di Pilkada Sumenep 2020. Di dunia medsos, wacana bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumenep sudah viral.

Gong Pilkada Sumenep 2020 sudah ditabuh.

redaksi

Komentar