Menu

Proyek Aspal Buton di Kangean Baru 14 %, eks Timses Fauzi-Eva Pertanyakan Keseriusan Pelaksana

Proyek Aspal Buton di Kangean Baru 14 %, eks Timses Fauzi-Eva Pertanyakan Keseriusan Pelaksana
Muchtar Rafieq mempertanyakan keseriusan pelaksana proyek di Kangean yang tak kunjung diselesaikan. Foto Proyek Peningkatan Jalan Torjek-Jembatan Daandung, Kangayan yang baru dikerjakan levelling dengan progres 11,70 %. (foto for matamadura)

matamaduranews.comSUMENEP-Sejumlah aktivis Pulau Kangean, Sumenep, Madura terlihat gerah melihat lokasi pekerjaan proyek di sejumlah ruas jalan di Pulau Kangean yang tak kunjung diselesaikan.

Kegerahan para aktivis Pulau Kangean itu dicurahkan dalam diskusi grup WA Komunitas Warga Kepulauan (KWK).

Muchtar Rafieq, aktivis Pulau Kangean saat dihubungi Mata Madura menumpahkan kekecewaannya atas pekerjaan proyek yang belum menampakkan progres memuaskan di sejumlah ruas jalan Pulau Kangean.

Menurut pantauan Itang-panggilan akrab Muchtar Rafieq-di tiga lokasi proyek yang SPK (Surat Perintah Kerja) sudah keluar bulan Mei lalu. Progres pekerjaan paling tinggi baru mencapai 14%.

Selain itu, kata Itang, di lokasi pekerjaan proyek tak ada papan nama proyek. Sebab, warga satu lainnya saling bertanya soal penannggungjawab proyek karena bahan yang ditaruh sering bikin pengguna jalan terganggu.

“Ini kan menyesatkan. Karena bahan material yang ditumpuk di pinggir jalan mengganggu pengguna jalan,” keluh Itang.

Selain bahan material yang dinilai berpotensi kecelakaan. Itang juga menyoroti dukungan peralatan yang ia duga palsu.

“Saya duga dukungan peralatan seberat 8 ton (MG8) yang dimasukkan dalam dokumen tender tak akan sesuai dengan kondisi lapangan. Tolong pengawas Bina Marga perhatikan, ya. Kalau tidak, ini ada apa kok tak nyambung dukungan peralatan dengan fakta di lapangan,” sambung salah satu Korlap eks Timses Fauzi-Eva di Pulau Kangean ini kepada Mata Madura, Senin malam (2/8/2021).

Dari hasil penelusuran Mata Madura di situs lpse.sumenepkab.go.id, lokasi proyek pekerjaan jalan di Pulau Kangean yang menggunakan APBD Sumenep 2021 ada lima paket pekerjaan:

Tiga paket proyek sudah keluar SPK-nya pada bulan Mei lalu. Sedangkan dua paket proyek masih proses tender dan sudah ada pemenangnya. Tinggal tandatangan kontrak.

Tiga paket proyek sudah keluar SPK itu:

1). Peningkatan Jalan Batu Guluk-Arjasa dengan Pagu proyek Rp 1.458.600.000,00 ( Rp 1,458 miliar). Pelaksana CV. MERUBETIRI. Dalam proses tender pelaksana menawar sekitar 5,3 %. Sehingga nilai nontrak lokasi itu sebesar Rp 1.382.704.961,00. (SPK, Mei).

Menurut Itang, progres pekerjaan menggunakan aspal buton (cold mix) itu baru sekitar 14 %. “Yang dikerjakan baru levelling saja. Ini serius gak pelakasananya,” ujarnya via telpon

2). Peningkatan Jalan Torjek-Jembatan Daandung, Kangayan. Pelaksana ), CV RIDHOJAYA NUSANTARA. Dalam proses tender itu, pelakana menawar sekitar 5,5% dari Pagu Rp 1.383.747.200,00 (Rp 1,383 miliar). Nilai Kontrak pekerjaan itu menjadi Rp 1.307.502.878,00. (SPK 24 Mei)

Kata Itang, progres pekerjaan baru mencapai 11,70 persen. Aspal Buton (cold mix) sebagai bahan utama buton belum datang. “Pekerjaan baru masih levelling, makanya hanya 11,70 persen progresnya,” sebut Itang.

3). Peningkatan Jalan Angon-angon-Pajenangger, Kangayan. Pagu proyek sebesar Rp 1.590.160.000,00. (Rp 1,590 miliar). Pemenang tender CV Nonanitano setelah menawar sekitar 21,3 % dari pagu. Sedangkan Nilai Kontrak Rp 1.252.252.013,54 (Rp 1,252 miliar). Surat Perintah Kerja keluar pada bulan Mei.

Menurut Itang, proyek jalan Angon-angon itu berupa penterasi. Hanya pelaksana proyek tak memasang papan proyek.

“Hanya batu besar (material) saja yang ditumpuk di pinggir jalan belum ada pekerjaan fisik. Progres pekerjaan kisaran 30 persen. Makanya mengganggu pengguna jalan,” sambung Itang.

Sementara, dua paket proyek,:

  1. Peningkatan Jalan Sawah Sumur-Pajanassem, Kangayan (Pajak Rokok) masih proses tandatangan kontrak. Pemenang proyek CV TRIO CHUPANK karena menawar sekitar 10 persen dari nilai pagu Rp 969.980.000,00 (Rp 969 juta). Sehingga nilai kontrak Rp  906.804,00
  2. Peningkatan Jalan Arjasa-Buddi, Kec. Arjasa (Pajak Rokok) Rp 1,2 M proses tender.

Menurut Itang, dari estimasi pekerjaan yang menggunakan aspal buton dengan total hampir Rp 4 miliar di Pulau Kangean, dibutuhkan aspal dingin seribu ton lebih.

“Jika diangkut lewat perahu tradisional dengan tonase 100 ton butuh 10 perahu angkutan. Kapan aspal buton mau digelar. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda aspal akan datang. Padahal kontrak pekerjaan sudah lewat dua bulan,” terang Itang.

Karena itu, Itang berharap ada teguran dari Pengguna Anggaran (PA) agar pelaksana proyek di Pulau Kangean memperhatikan progres pekerjaan dan masyarakat Pulau Kangean tak resah.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Eri Susanto saat dikonfirmasi oleh kontributor Mata Madura, Senin siang mengaku sudah kerap melakukan rapat dengan pelaksana proyek agar segera mendatangkan bahan material berupa aspal dingin (cold mix) ke lokasi.

Hanya Eri tak menjelaskan alasan pelaksana kenapa masih belum terkirim bahan aspal dingin ke lokasi proyek di Pulau Kangean.

hambali rasidi

KOMENTAR

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Yono

matajatim.id

Disway

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: