matamaduranews.com-SUMENEP — Pelatihan penguatan sistem data di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju rumah sakit berbasis data.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pelatihan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan konsep dua arah. Kegiatan dimulai melalui sesi tatap muka intensif selama satu hari, kemudian dilanjutkan tiga sesi pendampingan online agar implementasi berjalan langsung pada sistem rumah sakit.
Tim Database Administrator (DBA) dan Software Engineer RSUD menjadi fokus utama. Mereka dibekali kemampuan analisis performa query SQL, strategi indexing, hingga teknik partitioning guna mengatasi pertumbuhan data medis yang terus meningkat.
Direktur RSUD, dr. Erliyati, berharap peningkatan kapasitas SDM IT mampu menekan biaya infrastruktur dalam jangka panjang sekaligus memperkuat stabilitas sistem.
Menurut A Wahid, optimalisasi database bukan hanya soal teknis, tetapi berdampak langsung pada pelayanan. Database yang sehat dapat mempercepat proses pelaporan ke Kementerian Kesehatan maupun BPJS, sekaligus meningkatkan efisiensi penyimpanan data.
Selain optimasi SQL, tim IT RSUD juga diperkenalkan pada kerangka pengambilan keputusan untuk menentukan kapan rumah sakit perlu beralih ke arsitektur Big Data seperti Apache Spark.
Dari kegiatan ini, RSUD Sumenep memperoleh hasil awal berupa analisis performa execution plan agar sistem tidak lambat, strategi pengelolaan pertumbuhan data medis, serta penguatan fondasi transformasi digital berbasis data.
Melalui langkah tersebut, RSUD Sumenep berharap dapat menghindari kerugian operasional akibat gangguan sistem dan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan aman bagi masyarakat. (*)













