Sejumlah Kasus Kriminal di Bangkalan Belum Terungkap, Mulai Pembunuhan Kelbung Hingga Pencurian Kabel PJU

Mata Madura - 06/10/2021
Sejumlah Kasus Kriminal di Bangkalan Belum Terungkap, Mulai Pembunuhan Kelbung Hingga Pencurian Kabel PJU
Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, S.I.K. (matamadura) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.com-BANGKALAN–Sejumlah kasus kriminal di Kabupaten Bangkalan yang belum terungkap menjadi catatan atas kepemimpinan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino, S.I.K.

Kasus kriminal di Bangkalan, Madura itu, yang hingga kini belum terungkap adalah :

Pertama, Pembunuhan Desa Kelbung, Galis :

Kasus pembunuhan Senin malam (30/8/2021) yang terjadi di Desa Kelbung, Kabupaten Bangkalan, Madura meninggalkan cerita. Hingga kini belum bisa diungkap siapa pelakunya.

Itu sebabnya, Ketua Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) Kabupaten Bangkalan, Abdurahman Tohir menilai Polres Bangkalan gagal menjalankan tugasnya.

Satu di antara banyak kasus itu adalah pembunuhan Desa Kelbung, Galis.

“Polisi sepertinya sudah kehabisan cara untuk mengungkap siapa pembunuhnya, karena sudah 1 bulan lebih polisi belum berhasil mengungkap pelaku,” kata Abdurahman Tohir, Rabu (6/9/2021).

Alat bukti yang dikumpulkan polisi, yang diharapkan bisa membantu mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap pelaku pembunuhan, semuanya mentah.

“Kerja polisi patut diapresiasi, tapi sekaligus sangat disayangkan karena tak mampu mendapatkan petunjuk ke arah pelaku pembunuhan,” ujar Abdurahman Tohir.

Kedua, Dugaan Pembacokan di Jalan Raya Klobungan, Socah :

Kasus yang diduga pembacokan yang menimpa IS, 22 tahun, pemuda asal Jalan Rambutan, Desa Keleyan, Socah, Bangkalan.

Peristiwa berdarah itu tepatnya terjadi di Jalan Raya Klobungan, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura.

Hasil visum di RSUD Bangkalan ada dugaan indikasi korban mengalami penganiayaan dengan benda tajam.

Korban mengalami luka pada bagian leher sebelah kanan sampai ke punggung, kepala samping kanan mengalami luka robek.

Polisi menyebut itu adalah korban Lakalantas alias kecelakaan. Padahal sudah jelas ada luka menganga di bagian punggung.

“Polisi jangan mengaburkan fakta, siapa saja melihat korban dengan akal waras bisa membedakan luka sajam dengan luka lakalantas,” paparnya.

Kata Abdurahman Polres Bangkalan gak usah malu-malu. Luka itu sudah bisa kelihatan. Yang rasional jika mengungkap kasus.

“Polisi jangan malu-malu jika memang penganiayaan ungkapkan saja. Mestinya itu yang harus dilakukan. Masyarakat itu sudah paham dan foto sudah beredar. Polisi bilang pertama kan memang kuat dugaan penganiayaan tetapi kenapa berubah ke lakalantas, artinya kinerja polisi perlu dipertanyakan,” ungkap Abdurahman.

Ketiga, kasus pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) di jalan kembar, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah yang sudah 4 kali terjadi, tetapi sampai saat ini polisi belum mengungkap pelaku pencurian.

Sedang Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino menyatakan, dirinya belum menerima laporan terkait kasus kehilangan kabel PJU di jalan kembar.

“Belum ada laporan di saya. Sudah empat kali (kehilangan)?,” ungkap AKBP Alith pada saat presiden rilis ungkap kasus Narkoba. (28/9/2021).

Amatan Abdurahman Tohir polisi dalam melakukan penegakan hukum tidak perlu menunggu laporan, jika ada informasi tindak pidana apalagi pencurian, seharusnya polisi bisa melakukan tahap penyelidikan.

“Polisi seharusnya ketika ada informasi tindak pidana seharusnya lebih sigap, masak sampai 4 kali kabel PJU dicuri pelaku belum ditangkap,” tanya Abdurahman Tohir pada pihak kepolisian.

Ini semua kata Abdurahman merupakan kegagalan penegak hukum atau Polres Bangkalan untuk mengayomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Ini menjadi animo masyarakat tidak percaya pada kepolisian, dan ini menambah banyak kriminial, karena setiap ada tindakan kriminal selalu lolos tanpa adanya pelaku, tidak salah jika masyarakat menganggap polisi gagal,” paparnya.

Jika kondusifitas tidak terjaga dengan baik, kata Abdurahman lebih baik Kapolres Bangkalan mundur saja dari jabatannya, karena kepolisian sudah diberikan skill dalam bidangnya untuk menangani persoalan khususnya melindungi masyarakat.

“Seharusnya Pak Kapolres harus ada rasa malu, karena kurang mampu menangani kriminal di Bangkalan. Itulah konsekuensi Kapolres. Harus berani di kritik,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo kepada wartawan, mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan atas penganiayaan di Desa Kelbung, Galis yang mengakibatkan 1 korban meninggal dan 1 korban kritis.

“Korbannya ada dua, satu meninggal, satunya belum. Motifnya belum diketahui, sedangkan tersangkanya masih dalam penyelidikan,” terang Sigit, Selasa (31/8/2021).

Sigit tak terlalu banyak berkomentar dengan dalih aksi pembunuhan sadis di Kelbung, Galis tersebut tidak ada saksi mata.

Soal kasus dugaan pembacokan yang menimpa IS di JL Raya Klobungan, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Polisi melakukan gelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak dua kali. Pertama Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Lakalantas Polres Bangkalan.

Kasat AKP Sigit menegaskan bahwa pihak kepolisian bekerja berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan dan keterangan dari saksi.

“Kalau memang betul-betul ada kejadian penganiayaan atau pembunuhan atau pembacokan, kami butuh keterangan saksi dan bukti,” pungkasnya.

Terkait kasus kehilangan kabel PJU, Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengaku baru mendengar karena belum ada laporan terkait kasus kehilangan kabel PJU di jalan kembar yang menjadi akses menuju wisata religi Mbah Kholil.

“Belum ada laporan. Sudah empat kali (kehilangan)?” ungkap Alith dengan nada heran di hadapan awak media.

Alith menegaskan, pihak akan meningkatkan kegiatan preventif sekaligus meminta satuan kerja dari unit represif selalu terus melakukan penyelidikan.

“Kami akan evaluasi satuan-satuan fungsi yang bekerja atau berdinas dalam tugas preventif, termasuk polseknya. Kami akan evaluasi terkait kejadian (kehilangan) lagi,” tegasnya.  (syaiful)

Tinggalkan Komentar

Terkini

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

TF Beli Sabu pada WS, WS Beli ke Siapa?

Hukum & Kriminal   Sumenep
Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Di Balik Lonjakan Angka Vaksinasi Covid-19 di Sumenep, Ternyata Ini yang Mempengaruhi

Covid-19   Headline   Sumenep
Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Dua Dokter Spesialis Mata RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Berbagi Cara Mendeteksi Gejala Katarak

Kesehatan   Sumenep
Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Kebijakan Bupati Achmad Fauzi, Kamis sampai Jumat Sumenep Kembali Bernuansa Keraton

Budaya   Sumenep
Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Toko Ananda Gapura Terbakar, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Peristiwa   Sumenep
Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Demo Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep yang Belum Jelas

Sumenep
Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya SumenepHari Jadi Sumenep ke 752

Siswa dan Guru MIN 1 Sumenep Berpakaian Nuansa Keraton dan Budaya Sumenep
Hari Jadi Sumenep ke 752

Sumenep
Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Dapat Kucuran DBHCHT 2021, Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Komitmen Layani Masyarakat

Kesehatan   Sumenep
Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Bupati Putuskan Jadwal Pemungutan Pilkades Sumenep pada 25 November 2021

Headline   Pilkades   Sumenep
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jeneponto Diduga Aniaya Warga Pakai Samurai

Headline   Hukum & Kriminal   Lintas Daerah
Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Bupati Sumenep Mengisyaratkan Pilkades Digelar 25 November 2021

Pilkades   Sumenep
Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar Sumenep 

Intip Cara Hamil Sehat Tips dari Dokter Spesialis Kandungan RSUD Moh Anwar Sumenep 

Kesehatan   Sumenep
Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

Aksi Melayani Pendidikan, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Penghargaan kepada 6 Sarjana Berprestasi INKADHA Sumenep

BPRS   Pendidikan   Sumenep
Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Bupati Achmad Fauzi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021
Saya Minta Kontes Khusus Bonsai Cemara Udang

Event   Sumenep
Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021Satu-satunya dari Madura

Noer Wachid Riqzal Firdauz, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021
Satu-satunya dari Madura

Headline   Nasional   Olahraga
Close Ads X
--> -->