Menu

STPI Susun Profil dan RAD Guna Tanggulangi TBC di Grujugan

STPI Susun Profil dan RAD Guna Tanggulangi TBC di Grujugan
Kegiatan Penyusunan Profil TBC dan Rencana Aksi Desa (RAD) dalam penanggulangan TBC di Balai Desa Grujugan, Senin (3/05/2021). (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUNENEP-Guna menanggulangi Tuberkolusis di Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Sumenep, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) melakukan Penyusunan Profil TBC dan Rencana Aksi Desa (RAD), Senin (3/05/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Grujugan ini akan dilaksanakan selama 4 hari sampai tanggal 6 Mei 2021.

Link Banner

Kepala Desa Grujugan, Didik Susanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Stop TB Partnership Indonesia (STPI) yang telah melaksanakan program pencegahan dan pengendalian TBC di Desa Grujugan dengan membentuk Desa Siaga TBC yang telah diresmikan Wakil Bupati Sumenep pada tanggal 24 Maret 2021 lalu.

Sebelum Penyusunan Profil TBC dan RAD ini juga telah dilakukan pelatihan Kader TBC pada 20 orang kader, agar mereka mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam penemuan kasus dan investigasi kontak di masyakarat.

Link Banner

“Saya sangat berterima kasih kepada STPI, juga kepada kader Siaga TBC yang setiap saat berusaha untuk menemukan kasus pasien TBC dari rumah ke rumah. Dan juga saya sangat berterima kasih kepada Kepala Puskesmas Gapura yang selalu hadir dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian TBC yang dilaksanakan oleh STPI dan Pemerintah Desa Grujugan,” tutur Didik Susanto.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Gapura, dr. As’ad Zainudin memaparkan data TBC Kecamatan Gapura, khususnya Desa Grujugan dari tahun 2018 sampai dengan 2020.

Total pasien TBC di Puskesmas Gapura pada tahun 2020 sebanyak 59 kasus, dengan rincian laki-laki sebanyak 33 orang (59,5 %), dan perempuan 26 sebanyak orang (40,5%).

“Di desa Grujugan terdapat 4 kasus di tahun 2016, 8 kasus di 2017, 4 kasus di 2018, dan 8 kasus periode 2019 -2020,” tutur dr. As’ad.

Kepala Puskesmas Gapura itu juga menjelaskan strategi penanggulangan TBC dari tingkat nasional, tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Dia sangat berharap agar kader yang sudah dilatih selalu mengakses informasi tentang TBC dan penanggulangannya, agar ketika terjun di masyarakat tidak mengalami kesulitan.

“Tujuan umum pengembangan Desa Siaga TBC yaitu terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, tanggap terhadap masalah kesehatan di wilayahnya, secara khusus masalah TBC yang merupakan masala dari kita semua,” tegas dr. As’ad.

Sementara Sukri sebagai Petugas Lapangan STPI berharap agar kegiatan Penyusunan Profil TBC dan RAD dalam penanggulangan TBC di Desa Grujugan menghasilkan gambaran situasi dan informasi TBC, menemukan permasalahan dan tantangan TBC, dan finalisasi dokumen profil TBC Desa Grujugan, Kecamatan Gapura.

“Adanya draf rencana aksi desa dalam penanggulangan TBC ini menggambarkan situasi TBC dan kapasitas desa dalam penanggulanganTBC di Desa Grujugan. Untuk itu, saya berharap di akhir kegiatan ini ada rencana aksi desa dalam penanggulangan TBC yang sudah dilegalisasi oleh Pemerintah Desa Grujugan,” tutur Sukri.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

MMN

Disway

Catatan

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: