Menu

Suami Pemeran Film Ketika Cinta Bertasbih Bakal Nyalon Bupati Sumenep

Suami Pemeran Film Ketika Cinta Bertasbih Bakal Nyalon Bupati Sumenep
Donny M Siradj (kiri), Cut Mala alias Parmaera Galda Pratiwi dan Cholidi Asadil Alam yang berperan sebagai Khairul Azzam, si penjual tempe di Kairo, Mesir di Film Ketika Cinta Bertasbih.(capture dari vlog Donny M Siradj #Reuni KCB Azzam dan Cut Mala).
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Donny M Siradj, salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang sudah mendaftar ke PKB untuk Pilkada Sumenep 2020.

Banyak orang bertanya, siapa Donny M Siradj. Dari bingungnya, ada yang nyebut Donny putra dari mantan Bupati Sumenep, KH Ramdlan Siradj.

Padahal, Donny itu memiliki rumah di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 6 Sumenep. Rumah itu diakui Donny sebagai rumah ayahnya.

Donny tak menyebut siapa nama ayah dan ibunya. Dalam Vlog Donny M Sirad, meyebut rumah di alamat JL Jaksa Agung Suprapto itu merupakan rumah kelahirannya dan tempat tinggal ayahnya.

Bagi orang Kota Sumenep, rumah di alamat itu menunjukkan sebagai keluarga atau keturunan Raja Sumenep.

Maklum, rumah yang ditunjuk Donny itu bersampingan dengan Pendopo Keraton Agung Sumenep. Berada di antara deretan rumah keluarga atau keturunan Raja Sumenep.

Tapi, Donny kepada publik atau saat jumpa pers tak menyebut dirinya bagian dari keluarga Raden Bagus (RB).

Tak banyak orang ngerti siapa Donny. Maklum, Donny yang mengaku putra asli Sumenep tiba-tiba muncul sebagai Bacabup Sumenep.

Biografi Donny tak banyak terekspose. Dikutip dari donnymsiradj.blogspot.com, Donny kuliah S1 Teknik Elektro di ITS, Surabaya (2000-2005). Kemudian melanjutkan S2 ITB (2012-2014) sambil lalu menyelesaikan di Aalto University (Helsinki School of Economics) di Singapura.

Diperkirakan usia Donny 38 tahun lalu. Selama 14 tahun, Donny mengaku keliling dunia sebagai profesional eksekutif muda di industri high-tech (IT,Teko).

Pada akhir 2019, Donny mendirikan Yayasan Melenial Madura (YMM). Sebuah yayasan yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan hidup.

Pendirian YMM direstui oleh kiai sepuh Sumenep. Seperti, KH Abd. Muqsith Idris, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Selain Kiai Muqsith, pendirian YMM juga mendapat dukungan dari kiai dan ulama pimpinan pesantren besar di Sumenep.

Diantaranya KH Fauzi Tidjani (Ponpes Al-Amien, Prenduan), KH Taifur Ali Wafa (Ponpes As Sadad, Ambunten), KH Ramdhan Siradj (Ponpes Nurul Islam, Karang Cempaka, Bluto), KH Taufiqurrahman FM (Ponpes Mathlabul Ulum, Jambu, Lenteng), dan dukungan kiai millenial KH Ali Fikri Warits (Ponpes Annuqayah Lubangsa Raya).

Para ulama dan kiai Sumenep memberi dukungan moril saat launching YMM, November 2019, lalu.

Melalui YMM, Donny bercita membangkitkan potensi Sumenep dengan menjalin kerjasama dengan stakeholders utama di Sumenep. Seperti, memberdayakan produktif ekonomi keummatan dengan memanfaatkan sumber pendanaan zakat, infak, sedekah dan wakaf. Salah satu contoh program yang diperkenalkan adalah smart agriculture dan smart fisheries.

Setelah mendirikan YMM, Donny mendaftarkan diri sebagai Bacabup Sumenep lewat PKB.

Dalam sambutan usai penandatangan Pakta Integritas aN-Nahdliyyah bagi Bacabup/Bacawabup PKB di hadapan seluruh pengurus DPC dan PAC PKB Sumenep, Minggu (29/12/2019). Donny menyampaikan keinginan dirinya untuk berbakti di tanah kelahirannya. Setelah belasan tahun keliling dunia sebagai profesional muda di perusahaan internasional.

Di antara pengalaman dan perjalanan Donny ada yang lebih menarik dan belum diketahui banyak orang.

Apa itu? Ternyata Donny merupakan suami dari Cut Mala si pemeran Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Film religi box office berdasar novel karya Ustadz Habiburrahman El Shirazy.

Dari pernikahan dengan Parmaera Galda Pratiwi alias Cut Mala di Film KCB, Donny dikarunia tiga anak; Saladin berumur 8 tahun. Anak kedua bernama Ainun berumur 6 tahun. Dan Hanum berumur 1 tahun.

hambali rasidi

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: