Survei Politik Jawa Timur; Ada Bupati Lumajang dan Plt Ketua Gerindra Setelah Khofifah

×

Survei Politik Jawa Timur; Ada Bupati Lumajang dan Plt Ketua Gerindra Setelah Khofifah

Sebarkan artikel ini
Survei Politik Jawa Timur
Peneliti senior Surabaya Survey Center, Surokim Abdus Salam, dalam rilis hasil survei SSC Gelagat Politik Milenial Jawa Timur, Senin (12/4) di Surabaya. (istimewa)

matamaduranews.comSURABAYA-Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) masih tiga tahun lagi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun, di luar dugaan, muncul nama-nama baru yang menjadi pilihan generasi milenial untuk Pilgub Jatim 2024 mendatang.

Itu hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) kepada 1.070 responden yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Responden yang disurvei SSC memiliki usia 17-38 tahun.

Survei dilakukan pada 5-25 Maret 2021 dengan margin of error 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen menggunakan teknik multistage random sampling.

Menariknya, elektabilitas Gubernur Khofifah Indar Parawansa masih di bawah 50 persen.

Sebagai inkumben. Gubernur Khofifah memiliki elektabilitas 26,8 persen.

Kendati demikian, hasil survei SSC menempatkan Khofifah di urutan teratas di banding figur lain.

Seperti, Menteri Sosial Tri Rismaharini 21,8 persen dan Emil Dardak sebesar 5,8 persen.

Berturut-turut ada nama Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarnoputri, Abdullah Azwar Anas, Djarot Saiful Hidayat, Thoriqul Haq (Bupati Lumajang), Kusnadi, Irsyad Yusuf (Bupati Pasuruan), Anwar Sadad (Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur), Eri Cahyadi (Walikota Surabaya) dan Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jatim).

 

Survei Politik Jawa Timur

“Generasi milenial yang independen dan dinamis memunculkan calon-calon yang tidak diduga sebelumnya,” ujar peneliti senior Surabaya Survey Center, Surokim Abdus Salam, dalam rilis hasil survei SSC Gelagat Politik Milenial Jawa Timur, Senin (12/4) di Surabaya.

Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini, menyebut jumlah generasi milenial Jawa Timur saat ini mencapai 38 persen dari total populasi.

Dia memprediksi saat pesta Pilgub Jatim berlangsung, jumlah generasi milenial diperkirakan melebihi jumlah nasional yaitu 53 persen.

“Politisi tua yang menggunakan cara-cara lama tentu akan sulit untuk mendapat suara dari generasi milenial. Jadi ke depan sebaiknya gunakan kanal-kanal yang disukai generasi muda,” jelasnya.

Kata Surokim, Pilgub Jatim mendatang menjadi ajang pertempuran politisi tradisional versus pemilih milenial.

“Mulai sekarang harus benar-benar diperhatikan karena medan konsentrasi pindah ke media massa dan media sosial,” terangnya.

Hadi, Mata Jatim