Menu

Gelar Dialog dan Bazar Produk, PIWS Optimis Program Wirausaha Muda Sukses

  Dibaca : 134 kali
Gelar Dialog dan Bazar Produk, PIWS Optimis Program Wirausaha Muda Sukses
EXPO: Direktur PIWS STKIP PGRI Sumenep, Khairul Asiah saat dialog bersama Kadiskoperasi dan UM Imam Trisnohadi dan Kadisperindag Saiful Bahri di Sekretariat PWIS. (Foto Rusydiyono, Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP–Sebagai finalisasi perencanaan bisnis akhir dari pogram pelatihan wirausaha muda tahun 2017, Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI Sumenep (PIWS) menggelar Dialog dan Bazar.

Dalam dialog tersebut, PIWS menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Saiful Bahri, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Imam Trisnohadi.

Direktur PIWS Khoirul Asiah menyebut, meski sudah dilaksanakan finishing, untuk urusan bisnis bagi peserta program wirausaha muda tahun 2017 ini baru awal permulaan.

”Dalam urusan itu pihak PIWS telah mempercayakan kepada Wirausaha Muda Sumenep (WMS) untuk membimbing para alumni 2017 di sektor riil bisnis,” jelas Irul-sapaan akrab Direktur PIWS usai dialog, Jumat (22/12) di sekretariat PIWS.

Disampaikan juga, bulan Januari 2018 mendatang, WMS telah siap untuk me-launching outlet untuk memasarkan seluruh produk wirausaha 2017.

Sedangkan terkait evaluasi program wirausaha muda tahun 2017 ini, menurut aktivis Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Cabang Sumenep tersebut, terdapat beberapa kelemahan dalam berbagai sektor yang perlu dibenahi. Baik dari sisi teknis maupun non teknis.

”Salah satu hal yang paling mencolok adalah bantuan peralatan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yangg datangnya di akhir masa program,” terang Irul dengan nada kecewa.

Padahal, sambungnya, hal itu akan berdampak besar terhadap percepatan pengembangan bisnis peserta PIWS. Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap optimis program Bupati Busyro dan Wabup Achmad Fauzi dalam mencetak wirausaha muda tetap sukses sebagaimana yang diharapkan banyak pihak.

”Tapi alhamdulillah, kami lihat semangat peserta tak surut sedikitpun. Walaupun selalu kekurangan peralatan, mayoritas jenis usaha mampu menjalankan bisnis dengan baik,” tuturnya.

Adapun sentra usaha yang sedang dijalankan oleh alumni PIWS tahun 2017 kali ini, salah satu di antaranya ada roti, kue, katering olahan daging, dan bengkel. Ada juga design grafis, percetakan, pertanian lebah madu, dan aneka minuman.

”Semoga ini menjadi langkah awal yang baik bagi alumni PIWS tahun 2017,” harapnya.

Bupati Busyro Karim yang hadir dan meninjau stan bazar PIWS tampak gembira melihat hasil kreativitas peserta. Bahkan, suami Nurfitriana itu terlihat enjoy dan langsung menuju stan jamu.

Sesampainya di stan yang di depannya bertuliskan ‘Jamu Kuat Tahan Lama, Madu Kelinci, Bisa Dicoba’, Bupati minta diracikkan jamu. Tidak lama kemudian jamu produk peserta PIWS tersebut langsung diteguk.

”Kalau mau sehat dan kuat, langsung saja datang ke outlet jamu PIWS,” ucap Bupati Busyro sembari tersenyum.

Tidak selesai di jamu, Bupati Busyro yang waktu itu bersama pengurus pramuka dari Jawa Timur yang baru selesai membuka perkemahan di STKIP Sumenep, juga mencicipi berbagai produk olahan hasil pelatihan di PIWS.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Link Banner
Link Banner
Link Banner Link Banner

Kategori Pilihan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional