Menu

Pemuda Tenggelam di Dam Air Asta Katandur Sumenep, Ternyata Ngoplos di Bekas Mushalla

  Dibaca : 351 kali
Pemuda Tenggelam di Dam Air Asta Katandur Sumenep, Ternyata Ngoplos di Bekas Mushalla
Petugas saat menemukan korban Fikri di aliran sungai Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep. (Foto for Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Peristiwa naas yang menimpa dua pemuda di Dam Air Asta Katandur, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata berawal dari minum minuman keras (Miras).

Keduanya tenggelam pada Minggu (11/03/2018) sekira pukul 08.00 WIB tepatnya di Dam air Asta Katandur, Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, karena terbawa arus deras air sungai.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid menuturkan, kronologi kejadian berawal sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu dua pemuda telah berkumpul di belakang sekolahan dekat Dam Air, yaitu Roni (21) pemuda asal Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep bersama Fikri (17) asal Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

“Kemudian datang Danil (22) alamat Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep bersama Salim (20) alamat Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep,” kata Mukid.

BACA JUGA: Ada Pemuda Tenggelam di Sungai Dekat Asta Katandur Sumenep

Setelah berkumpul di dekat Dam Air, keempat pemuda tersebut menuju ke bekas mushalla tidak terpakai di pinggir Dam Air dekat Asta Katandur. Di dalam mushalla, diketahui mereka meminum minuman keras oplosan secara bersama-sama yang ditaruh di dalam botol bekas air Aqua warna merah.

“Selesai minum Fikri mandi di pinggir sungai Dam Air. Namun minuman yang berada di atas jatuh ke sungai dan akan diambil oleh Fikri,” jelas Mukid.

Sayangnya, Fikri tidak bisa mengambil botol itu karena derasnya air. Sehingga Salim juga ikut membantu Fikri loncat ke sungai, namun juga tidak bisa dan terbawa arus ke arah timur sungai arah Kacongan.

Karena dua orang temannya tidak keluar dari air, akhirnya Roni panik turun juga ke sungai. Tapi dia pun tidak mampu berenang karena air deras, sehingga minta tolong pada anak sekolah yang sedang latihan pramuka.

“Karena tidak bisa akhirnya anak sekolah tersebut meminta tolong pada Syaiful Bahri alamat Jl Sepanjang Perumahan Bangkal. Dengan cara melemparkan tali untuk menolong, akhirnya Roni selamat, sedangkan Fikri dan Salim hilang terbawa arus,” kata Mukid.

BACA JUGA: Pemuda Tewas Tenggelam di Sungai Dekat Asta Katandur Sumenep Diduga Habis Pesta Miras

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban Fikri sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran sungai Desa Kacongan dan dibawa ke ruang mayat RSUD Sumenep. Setelah selesai divisum, jenazah Fikri diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Salim saat ini masih dalam proses pencarian, sedangkan dua orang selamat yaitu Roni dan Danil berada di Polsek Kota Sumenep untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” terang Mukid.

Menurut Kasubbag Humas Polres Sumenep itu, saat ini Waka Polres Sumenep bersama Kapolsek Sumenep Kota dan Kasat Intelkam Polres Sumenep dibantu oleh anggota dan warga melakukan pencarian Salim.

“Fikri sudah diserahkan ke keluarga besarnya di Dusun Kebun Kelapa RT 03/RW 03, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget untuk dimakamkan berkumpul dengan neneknya yang juga meninggal akibat serangan jantung setelah mendapat kabar kematian cucunya,” pungkas Mukid.

Yudie, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional