Menu

2 ASN Sumenep yang Kepergok Berduaan di Hotel Dituntut 5 Bulan Penjara

2 ASN Sumenep yang Kepergok Berduaan di Hotel Dituntut 5 Bulan Penjara
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya menuntut pidana masing-masing lima bulan kepada dua oknum ASN Sumenep, yang kepergok berdua di kamar hotel jalan Bangka, Gubeng, Surabaya, Kamis. (beritalima)
Link Banner

matamaduranews.com-SURABAYA-Masih ingat kasus dua oknum ASN Sumenep yang kepergok berdua di kamar hotel jalan Bangka, Gubeng, Surabaya?.

Perkembangan hukum, saat ini, pasangan ‘grebek’ itu dituntut masing-masing pidana lima bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya.

Tuntutan itu dibacakan JPU Deddy Arisandi pada persidangan tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/7/2020).

“Mereka berdua dituntut masing-masing lima bulan,” kata Jaksa Deddy Arisandi saat dikonfirmasi situs beritalima, setelah sidang.

Deddy menyatakan kalau tuntutan selama lima bulan tersebut tidak langsung ditindaklanjuti dengan sidang putusan oleh majelis hakim, sebab kedua oknum PNS tersebut melalui penasehat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan.

Tadi tidak langsung divonis, mereka akan mengajukan nota pembelaan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasangan dua oknum ASN Sumenep itu dilaporkan HD ke Polsek Gubeng setelah memergoki GF, suami HD sedang berduaan dengan bidan disebuah kamar hotel Gubeng pada Minggu pagi 22/9/2019.

GF (40) yang adalah Kasi di Dipasrbupora Sumenep dan DA (39) bidan Puskesmas.

Setelah digerebek, pasangan selingkuh itu digelandang menuju Mapolsek Gubeng.

JPU Kejari Surabaya Deddy Arisandi menyebut, pasangan terdakwa yang bukan suami istri itu didakwa pasal 284 KUHP tentang tindak pidana perzinahan yang diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. (red/beritalima)

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: